BPJS Kesehatan

14 Hari Kartu Baru Aktif, Benarkah Hak Peserta Terkurangi? Ini Jawabannya

Endang Diarti menepis anggapan bahwa pihaknya mengurangi hak peserta terkait dengan baru bisa digunakannya kartu BPJS setelah 14 hari mendaftar.

14 Hari Kartu Baru Aktif, Benarkah Hak Peserta Terkurangi? Ini Jawabannya
TRIBUNKALTIM/ACHMAD BINTORO
Kepala Cabang Samarinda BPJS Kesehatan, Endang Diarti (kiri) didampingi Susan Triana dan beberapa staf lainnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Cabang Samarinda Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Endang Diarti menepis anggapan bahwa pihaknya mengurangi hak peserta terkait dengan baru bisa digunakannya kartu BPJS setelah 14 hari mendaftar.

"Tidak ada hak peserta yang kami kurangi. Sebab pada hari pertama mendaftar itu, peserta memang belum membayar iuran. Pembayaran baru dilakukan pada hari ke-14 setelah selesai proses  administrasi," jelas Endang dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (12/11/2015).

Menurut dia, pada awal-awal BPJS Kesehatan berdiri, tidak ada aturan semacam ini. Begitu hari itu mendaftar, hari itu pula peserta dapat menggunakan kartu tersebut BPJS untuk berobat. Pola itu kemudian dievaluasi karena membuat tingkat kepesertaan ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Banyak warga menjadi malas mengurus kartu. Mereka baru mendaftar  saat sakit.

Padahal jaminan kesehatan nasional ini diselenggarakan dengan prinsip gotong royong. Yang sehat membantu yang sakit. Jika yang mendaftar hanyalah mereka yang sakit, maka sulit berharap program ini dapat berkelanjutan. Defisit akan selalu terjadi.

Masa aktif lantas dibuat menjadi tujuh hari. Tapi karena dilihat masih belum efektif meningkatkan jumlah kepesertaan, mulai 1 Juni 2015, berdasar Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2015, proses pendaftaran kepesertaan dibuat menjadi 14 hari.

"Kita mendorong kepada yang sehat segeralah mendaftar, jangan menunggu sakit. Setelah menjadi peserta perlu kenali hak dan kewajiban. Biasanya hanya nuntut haknya saja saat sakit, tapi lupa akan kewajibannya," jelas Endang didampingi Susan Trisiana, dr Heny Ratnawati, Iva Simanjutak serta beberapa staf lain.

Agar tidak lupa, terutama untuk peserta mandiri, ia menyarankan hendaknya dibayar sekaligus satu tahun.

Menjawab pertanyaan tentang sulitnya peserta mendapat kamar yang sesuai dengan tingkatan kartu kepesertaannya, Endang mengatakan, ini terjadi akibat tidak imbangnya jumlah kepersetaan dengan sarana prasarana yang tersedia di rumah sakit, termasuk kamar dan tenaga medis.

"Saya tidak bilang itu modus. Bisa iya, bisa tidak. Tapi saya tidak mau men-judge begitu. Bukan saya membela rumah sakit. Mungkin ada oknum-oknum. Kita tahu masalahnya ketidakberimbangan tadi," ungkapnya.

Beberapa rumah sakit memang membangun kelas VIP untuk menambah income. Tapi kami, katanya, juga terus mendorong pemda untuk juga memperbanyak kelas I, II dan III. Ia juga mengimbau pada peserta ketika mendapati kelas di rumah sakit satu habis, sebaiknya mencari informasi di rumah sakit lain.

"Biasanya, pasien ini kan pasrah. Tapi setelah keluar dari rumah sakit mereka kaget dan mengeluh ketika harus membayar beaya tambahan," pungkas Endang seraya buru-buru meninggalkan media karena ada jadwal pertemuan dengan pihak Jasa Raharja.(bin)

PROSEDUR PENDAFTARAN
1. Peserta mengiris formulir daftar isian peserta (DIP)
2. BPJS memberikan nomor virtual acoount kepada calon peserta.
3. BPJS Kesehatan memproses administrasi dalam waktu 14 hari.
4. Di hari ke-14 peserta membayar iuran pertama
5. Setelah membayar, peserta dapat mengambil kartu peserta dan menggunakannya.

Sumber: BPJS Kesehatan

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved