Serangan Teror di Paris
WNI Selamat, Atlet Taekwondo Kaget Dengar Sirine Ambulans Pengangkut Korban Teror di Paris
Suasana mencekam ternyata juga dirasakan oleh beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Paris usai serangkaian kejadian pengeboman.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Suasana mencekam ternyata juga dirasakan oleh beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Paris usai serangkaian kejadian pengeboman dan penembakan.
Di saat kejadian tersebut berlangsung, ternyata tim Pelatnas Taekwondo Indonesia sedang berada di Paris untuk mengikuti turnamen Paris Open 2015.
Saat ini, empat atlet kebanggaan Indonesia yaitu Mariska Halinda, Reynaldi, Dinggo, Agya, bersama manajer tim Rahmi Kurnia serta pelatih kepala Sun Jay Lee masih berada di Paris.
BACA BERITA TERKAIT LAINNYA:
Korban Tewas Penembakan dan Bom Bunuh Diri Bertambah Jadi 153 Orang
Saksi Mata Ungkapkan Teroris Kecam Perlakuan Presiden Perancis terhadap Muslim
Ada Anggota Keluarga di Paris, Silakan Kontak KBRI di Nomor +33 621122109

(Associated Press) -
caption: Korban tewas tergeletak bergelimpangan di jalan paska penembakan di sebuah restoran dalam rangkaian serangan di ibokota Prancis, Paris, Jumat (13/11/2015).
Mariska Halinda yang dihubungi Tribunkaltim.co mengaku sempat kaget lantaran mendengar suara sirine ambulans berlalu-lalang. Namun rasa kaget itu berubah menjadi panik saat mengetahui bahwa ada serangkaian serangan penembakan dan ledakan bom di Kota Paris.
"Kondisi kita semua lagi tidur itu, terus kaget, dengar kok banyak sirine. Pas lihat berita, ternyata ada kejadian penembakan dan bom bunuh diri. Otomatis langsung panik saat itu," ujar Mariska menjelaskan.
Menurut wanita yang baru saja menyumbang medali emas untuk Indonesia dalam Sea Games 2015 lalu ini mengatakan, saat ini kondisi jalan masih sepi dan hanya nampak beberapa polisi lalu lalang.
BACA JUGA: BREAKING NEWS- Bom Meledak di Luar Stadion saat Laga Timnas Perancis vs Jerman
Usai mendengar kabar tersebut, atlet asal Kalimantan Timur ini juga mengatakan dirinya langsung dihubungi keluarganya yang cemas. Namun setelah bisa berkomunikasi dengan dirinya, keluarga Mariska merasa sedikit lega.
"Ya keluarga langsung hubungi saya karena cemas, dan saat sudah bisa komunikasi ya sedikit lega, tetapi keluarga pengennya saya cepat pulang saja," ungkap Mariska.
Baca: Tengah Malam, WNI Ini Baru Tahu Ada Serangan Bom
Saat ini Mariska hanya bisa tinggal di kamar hotel bersama anggota tim lainnya. Seharusnya tim Taekwondo Indonesia bertanding hari ini waktu setempat, namun lantaran ada serangkaian serangan teroris maka kemungkinan pertandingan dibatalkan. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

