Kunjungan Presiden Jokowi ke Kaltim

Jokowi Tidak Ingin Sekadar Groundbreaking, 3 Bulan Lagi Ia Kembali untuk Cek Proyek

Awang pun mengingatkan Pemerintah Pusat bahwa Kaltim adalah penyumbang dana terbesar.

Jokowi Tidak Ingin Sekadar Groundbreaking, 3 Bulan Lagi Ia Kembali untuk Cek Proyek
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Jokowi dan istri menyalami siswa dan warga PPU. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Muhammad Abduh Kuddu, Cornel Dimas, dan Samir

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Momen groundbreaking pembangunan rel Kereta Api Borneo dan sejumlah mega proyek di Kawasan Industri Buluminung (KIB) yang dihadiri Presiden Jokowi, dimanfaatkan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk blak-blakan bercerita (curhat) mengenai hambatan pembangunan di Kaltim.

Secara tegas Awang meminta Presiden lebih memperhatikan Kaltim. "Kapan lagi kita bisa bicara seperti ini di depan Presiden," ujar Awang disambut tepuk tangan undangan yang hadir. Meski penampilannya siang itu sambil duduk di kursi roda, Awang tampak bersemangat menyampaikan kata sambutan tanpa teks catatan.

Awang pun mengingatkan Pemerintah Pusat bahwa Kaltim adalah penyumbang dana terbesar. Karena itu ia meminta pusat menepati janjinya mendukung proyek pembangunan di Kaltim.

Ia memulai ceritanya dengan kendala persoalan lahan yang kerap menghambat pembangunan. Bahkan banyak proyek di Kaltim yang 'gagal' akibat persoalan lahan. Padahal kata Awang, ini hanyalah persoalan peraturan pemerintah yang berbenturan sehingga tidak mendukung percepatan pembangunan.

Awang lalu menyindir Sekretaris Kabinet Kerja Pramono Anung yang hadir mendampingi Jokowi. Dia mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Pramono Anung. Apalagi dulu Pramono pernah bekerja di perusahaan tambang batu bara di Tenggarong. Awang mengingatkan janji Pramono membantu Kaltim mengatasi hambatan dalam proyek.

Baca: Saya Sempat Cium Tangan Pak Jokowi, Tangannya Wangi

"Waktu saya cerita soal hambatan ini beliau (Pramono) bilang, Pak Awang jangan khawatir. Justru dari kantor inilah peraturan-peraturan itu dibuat. Nanti bisa ubah itu," kata Awang yang langsung disambut tepuk tangan.

Ia juga mengingatkan Menteri Perindustrian Saleh Husin mewujudkan gas rumah tangga untuk rakyat. "Kami ini punya gas tapi (rakyat) belum menikmati. Kami ingin tidak hanya industri tapi juga untuk rumah tangga. Masa harga gas di Kaltim lebih mahal dari Surabaya," katanya.

Awang kembali mengingatkan Jokowi lebih memperhatikan Kaltim. "Saya harap Bapak tidak melupakan saya dan masyarakat Kaltim yang sudah memilih Bapak. Jangan lupa suara Bapak 63 persen unggul di Kaltim, silakan dicek," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved