Kamis, 23 April 2026

Atas Nama Ritual Bersih Dosa, Dua Preman Ini Nodai Pengunjung Pantai Manggar

Setelah itu keduanya dipisahkan. Aban bersama Bunga dan Miki bersama Jomo.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pantai Manggar Balikpapan, dianggap banyak orang menjadi tempat asyik buat pacaran.

Namun tidak begitu bagi pasangan Jomo dan Bunga. Mereka menjadi sasaran kekerasan oleh Aban dan Miki.

Awalnya Jomo dan bunga duduk di pinggir Jalan Baru, Manggar Balikpapan Timur, Jumat (13/11/2015) malam. Sambil menikmati indahnya suasana pinggir pantai, mereka asyik berbincang dan saling pegang.

Saat asyik bersua, pasangan ini didatangi oleh dua laki laki. Mereka menyergap pasangan yang sedang asyik memadu kasih.

"Kami sedang duduk, berbincang dan berpelukan, paling lima menit. Kemudian dua laki laki itu datang dari semak-semak," ujar Jomo saat ditemui di kawasan Balikpapan Timur, Jumat (20/11/2015).

Kedua lelaki yang menyergap yaitu Aban dan Miki. Mereka mengaku orang yang menjaga pantai dari perbuatan maksiat kaum muda di kawasan Pantai Manggar.

(Baca juga: Semua yang Dibawa Pria Ini Palsu, Emas Batangan hingga Uang Asing)

Untuk menghilangkan dosa yang diperbuat Jomo dan Bunga, Aban dan Miki menyuruh mereka melakukan sebuah ritual pembersihan dosa.

"Katanya (Aban dan Miki) kalau tidak ikuti ritualnya kami akan terkena sial. Karena banyak yang tertangkap dan melakukan ritual seperti yang dimintanya," tutur Jomo.

Tahap pertama ritual, Jomo dan Bunga diminta untuk memasuki hutan di sekitar kawasan pantai Manggar. Setelah mengelilingi kawasan hutan keduanya diminta untuk telanjang dada.

“Awal ritual pembersihan, kami (Jomo dan Bunga) diminta untuk keliling hutan, katanya untuk buang sial. Jadi kami ikuti masuk kebun. Setelah selesai keluar, kami diminta lepas baju,” ujar Jomo menambahkan.

Tahap kedua, keduanya diminta untuk melakukan hubungan suami istri. Bunga diminta berbaring dalam keadaan tanpa busana, kemudian diikuti Jomo. Karena diancam badik, akhirnya Jomo terpaksa melakukannya.

Setelah itu keduanya dipisahkan. Aban bersama Bunga dan Miki bersama Jomo.

Aban mengatakan hal ini merupakan ritual agar keluarga di rumah tidak ikut terkena dampak dari dosa mereka berdua.

“Kamu tak mau kan keluarga di rumah kecipratan dosa, sudah ikuti saja ritualnya,” tutur Jomo menirukan ucapan Naban.

Jomo sempat berontak, namun Miki berkata akan membunuh Bunga jika Jomo mendekat ke tempat Aban melakukan ritual pembersihan dosa.

Setelah 10 menit, dari kejauhan sekitar 30 meter, Aban memanggil Miki. Kini Miki giliran melakukan ritual untuk membuang sial dari dosa perzinaan.

“Saya terus diancam, dan lagi-lagi mereka bilang kalau hal ini tidak dilakukan pacar saya bisa tabrakan saat pulang,” ujar Jomo menambahkan.

Sekitar 15 menit berlangsung, akhirnya mereka kembali dipertemukan. Aban dan Miki memperbolehkan mereka untuk pulang.

Namun sebelum pulang, Aban dan Miki berpesan agar tidak ada orang tahu tentang apa yang sudah terjadi malam itu.

“Kami diancam, jika ada orang tahu, atau jika saya lapor polisi saya atau pacar saya akan dibunuh,” jelas Jomo.

Dalam perjalanan pulang, bunga hanya bisa menangis. Ketika ditanya oleh Jomo tentang ritual apa yang dilakukan kedua tersangka, bunga tidak berkata apa-apa, hanya air mata yang menjelaskan semuanya.

Jomo pun memaksa bunga, akhirnya gadis yang sedang duduk di bangku sekolah menengah atas ini mengaku telah digilir Aban dan Miki.

“Saya berpikir pasti terjadi sesuatu selama prosesi ritual, akhirnya bunga mengaku telah digilir Aban dan Miki,” terang Jomo.

Jomo terus berpikir hari demi hari, Selasa (17/11/2015) akhirnya dia menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya kepada LPM Manggar.

Mendengar hal tersebut, Tokoh Pemuda Balikpapan Timur yaitu Atur dan Bani segera bertindak. Pasalnya kejadian serupa sering terjadi di wilayah Balikpapan timur.

“Kami (masyarakat Balikpapan Timur) sudah geram dengan para pelaku pembajakan di wilayah Pantai Manggar. Hal ini harus segera ditindak,” ujar Atur, satu diantara Tokoh Pemuda Balikpapan Timur.

Saat Rilis di Polres Balikpapan, kedua tersangka mengaku telah menyetubuhi bunga. Meski begitu keduanya menyangkal telah memaksa bunga untuk melakukan perbuatan hina tersebut.]

“Kami melakukan hal tersebut atas dasar suka sama suka,” ungkap Aban.

Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta melalui Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Iptu Suharto menegaskan bahwa kedua tersangka merupakan pelaku perampokan sekaligus pemerkosaan di sekitar Pantai Manggar.

Dari tangan tersangka juga ditemukan HP dan uang hasil kejahatannya di wilayah pantai Manggar.

“Tersangka kerap melakukan hal tersebut kepada pengunjung pantai yang biasa berduaan. Selain melakukan pemerkosaan, keduanya juga menjarah barang bawaan milik pengunjung pantai,” ungkap Suharto.

Saat ini keduanya mendekam di tahanan Polres Balikpapan.

Pasal berlapis siap dikenakan kepada pengusik ketenangan Pantai Manggar Balikpapan.

Jomo pun siap bertanggung jawab untuk menikahi bunga apapun yang terjadi.

"Setelah kejadian itu saya siap untuk menikahi bunga secepatnya," ungkap Jomo. (*)

***

  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved