Kunjungan Presiden Jokowi ke Kaltim

Awang Senang Presiden Mau Ngecek Proyek

Nilai investasi yang ditanamkan Russian Railways untuk pembangunan kereta api Borneo dan Techno Park mencapai 5,482 miliar dollar AS.

Awang Senang Presiden Mau Ngecek Proyek
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Jokowi meresmikan pabrik PKT di Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengaku senang menanggapi rencana Presiden RI Joko Widodo yang akan mengecek progress pembangunan mega proyek senilai kurang lebih Rp 71 triliun yang baru dimulai kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi dalam sambutannya mengingatkan agar proyek yang baru groundbreaking bisa segera dilaksanakan.

"Saya lihat nilai investasinya fantastis, Rp 72 triliun. Saya tidak suka kalau hanya groundbreaking-groundbreaking saja tapi proyeknya nanti malah tidak berjalan," katanya.

Ia mengingatkan agar pemerintah daerah serius bekerja dalam mengerjakan proyek yang sebagian besar didanai investor Rusia "Russian Railways" itu.

"Tiga atau empat bulan lagi saya pasti kembali ke Kaltim. Di Sumatera lagi bangun jalan tol saja dalam tahun ini sudah tiga kali saya cek. Saya akan kembali ke sini, ke tempat ini. Saya cek, saya cek, saya cek, dan saya akan cek sejauh mana. Kalau sampai (proyek) tidak jalan, maka gubernur, bupati dan menteri harus bertanggungjawab," ujar Jokowi.

Jokowi meresmikan dan melakukan groundbreaking sejumlah proyek raksasa di Bumi Etam, di antaranya jalan tol Samarinda-Balikpapan koridor 1 dan 5, jalur rel Kereta Api Borneo, dan Techno Park di PPU, serta Jembatan Pulau Balang II sepanjang 804 meter yang menghubungkan Balikpapan Pulau Balang.

Nilai investasi yang ditanamkan Russian Railways untuk pembangunan kereta api Borneo dan Techno Park mencapai 5,482 miliar dollar AS.

Proyek pembangunan dua jalur rel kereta api sepanjang 900 kilometer ini ditergetkan selesai dalam waktu 5 tahun. Jalur pertama dari Kutai Barat sampai KIB, kemudian dari Kutai Kartanegara sampai kawasan ekonomi khusus Batua Trans Kalsel.

Ditemui di VVIP Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan usai menyambut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Awang berujar Pemprov Kaltim sangat terbantu dengan perhatian Presiden terhadap pembangunan Kaltim, Pembangunan sejumlah proyek tersebut justru lebih banyak terkendala di Jakarta, contohnya regulasi.

"Betul yang dikatakan Jokowi kemarin, banyak masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan cepat ternyata terhalang dengan peraturan yang dibuat pemerintah sendiri. Jadi banyak proyek yang terulur-ulur karena aturan tidak jelas," kata Awang.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved