Opini

Mengembangkan Cara Modern Membimbing Anak

Keindahan Indonesia saat ini telah tercoreng akibat maraknya aksi brutal, oleh generasi bangsa yang kurang mendapat perhatian.

Mengembangkan Cara Modern Membimbing Anak
tribunkaltim.co/Arief Zulkifli
Ilustrasi 

Oleh: Lestari,S.Ag.
GPAI SD Negeri 004 Balikpapan Utara
lestarilegiman@gmail.com

INDONESIA merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang diacungi jempol oleh berbagai negara di belahan dunia. Indonesia merupakan zamrud khatulistiwa yang tiada akan pernah sirna dari kilauan sinar mentari yang senantiasa tersenyum di pagi hari.

Keindahan, kekayaan , keelokan dan kilauan Indonesia saat ini telah tercoreng akibat maraknya aksi brutal, aksi anarkis, dan aksi kriminal serta tingginya rasa ke “aku”an yang dilakukan oleh generasi bangsa yang kurang mendapat bimbingan, arahan dan pengawasan ekslusif dari lingkungan sekitar mereka.

Mereka bukanlah pelaku sebenarnya, mereka bukanlah parasit di masyarakat, dan mereka bukanlah sekelompok pribadi yang harus mendapat perlakuan tidak adil, diasingkan, dikucilkan dicemooh dan dipandang sebelah mata. Mereka merupakan generasi korban kekejaman lingkungan yang tidak kondusif, korban perkembangan zaman yang tanpa dibarengi dengan filter yang maksimal, dan merupakan korban pihak – pihak yang berkepentingan negatif terhadap perkembangan generasi insan kamil.

BACA JUGA: Semua Orang adalah Pahlawan

Dalam Ilmu Jiwa Perkembangan telah diketahui bahwa setiap manusia pasti melalui berbagai tingkat perkembangan, salah satunya adalah remaja. Setiap individu memiliki spesifikasi masing–masing. Dalam proses perkembangannya, remaja merupakan sosok manusia yang labil, yang berusaha mencari jati diri mereka sendiri, memiliki keinginan kuat untuk mencoba, berinteraksi, berkomunikasi, bersosialisasi dengan berbagai lingkungan yang mereka anggap dapat membuat diri mereka menjadi nyaman bila berada di dalamnya.

Fenomena tersebut hendaklah menjadi titik pusat perhatian utama bagi segenap pihak untuk memberikan yang terbaik bagi proses penstabilan mereka. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan awal transfer berbagai pengetahuan, pembentukan karakter, dan pencitraan terhadap sesuatu sehingga dibutuhkan motivasi, bimbingan dan keteladanan yang ekstra eksklusif untuk mencetak inividu yang dapat dijadikan harapan, individu yang dapat menjadi khalifah berkarakter mulia, individu yang mencerminkan nilai–nilai luhur syariat agama, nilai – nilai luhur bangsa dan nilai – nilai tata aturan yang berlaku di masyarakat.

BACA JUGA: Wahai Ayah-Bunda, Inilah Fase Penting Pembentukan Karakter Anak

Orangtua khususnya menjadi fasilitator, motivator, dan dinamisator bagi buah hati mereka, oleh karena itu perlu kewaspadaan dan kehati–hatian dari orangtua untuk bersikap, berperilaku, dan bertutur kata disebabkan mereka secara langsung menjadi model bagi buah hati yang selalu mengamati, mengawasi, mencontoh bahkan mengidolakan orang – orang yang berada di sekitarnya.

Orangtua tekadang lupa bahwa mereka memiliki “berlian” di dalam rumah mereka yang bernilai sangat fantastis, sehingga apabila kurang mendapat perhatian, perawatan, pemeliharaan, sentuhan psikis -spiritual maka akan terciptalah sesuatu yang sangat tidak diharapkan oleh lingkungan keluarga sebagai lingkungan terkecil hingga masyarakat sebagai lingkungan yang lebih luas dan kompleks.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved