Rabu, 8 April 2026

Pilkada Kaltara

Ini Pesan Ketua KPU RI Kala Melawat ke Provinsi Perbatasan

Budaya seperti itu sangat baik untuk masa depan Kaltara, dan bisa dibanggakan dengan provinsi lain. Kita bisa bilang, walaupun provinsi muda

TRIBUN KALTIM / M ARFAN
Ketua KPU Husni Kamil Manik mengecek surat suara di gudang logistik pilkada Kaltara dan pilkada Bulungan, tepatnya di Gedung Balai Pertemuan Umum, Jl. Dipenogoro, Tanjung Selor (Kaltara), Jumat (27/11/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Atensi khusus disampaikan orang nomor satu di Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) Husni Kamil Manik kepada calon kepala daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) beserta tim suksesnya.

Husni Kamil menyatakan, dalam konteks pilkada Kaltara baik pilgub maupun pilbup wajib dikawal agar berjalan lancar hingga menuai sukses. (baca juga: Blusukan Ketua KPU Husni Hanya 5 Menit )

“Siapapun yang terpilih, itulah pemimpin kita. Bagaimana menjaganya. Kami harap tim kampanye tidak mencederai proses ini,” jelasnya saat bertatap muka dengan jajaran KPU Kaltara dan Kabupaten/Kota, serta sejumlah unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat, di Hotel Crown Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan (Kaltara), Jumat (27/11/2015).

Mantan Ketua KPU Provinsi Sumetera Barat itu menekankan, calon pemimpin di Kaltara mesti membangun budaya yang baik, siap menang dan siap kalah. (bac ajuga: Thamrin Minta Sebelum Didistribusi, Dihitung Jumlah Surat Suara )

“Budaya seperti itu sangat baik untuk masa depan Kaltara, dan bisa dibanggakan dengan provinsi lain. Kita bisa bilang, walaupun provinsi muda, Kaltara bisa lebih beradab dan tertib dibanding daerah lainnya. Jangan ada asumsi, yang muda yang nakal,” tuturnya.

Apalagi lanjutnya budaya siap menang dan siap kalah masih sangat sulit ditemui di Indonesia.(baca juga: Luar Biasa, Rayakan Ulang Tahun, Kota Ini Anggarkan Rp 2 Miliar )

Berbeda dengan Amerika Serikat, budaya seperti itu kata Husni Kamil sudah berlaku sekitar 250 tahun yang lalu.

“Waktu itu tahun 2012 saya peserta forum workshop di New York yang diikuti 60 negara, Saya tanya, kenapa sejak 250 tahun budaya itu sudah berlaku di Amerika? Ternyata jawabannya adalah komitmen. Harus dicoba dulu, ada komitmen dari yang berkompetisi. Kalau tidak ada komitmen tentu tidak akan perilaku mulia seperti itu,” tuturnya.

Husni meminta, Gubernur Kaltara terpilih nantinya bisa segera menghubungi calon yang kalah ataupun sebaliknya. Hal itu kata Husni adalah budaya politik yang mulia dan agung.(baca juga: Hari Ini Sortir Ulang Surat Suara Ditarget Rampung )

“Nanti daerah lain bisa melihat, lihat tuh Kaltara bisa membuat budaya yang lebih agung dalam proses politik. Yang menang menghubungi yang kalah, yang kalah memberi ucapan selamat,” tuturnya.

Ha itu pun lanjutnya bisa meminimalisir adanya gugatan-gugatan putusan pilkada di Pengadilan Mahkamah Konstitusi.

“Bukan kami takut, kami malah siap hadapi jika ada gugatan. Tetapi alangkah baiknya jika saling menerima apapun keputusan hasil pemungutan suara 9 Desember,” tandasnya. (wil)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved