Salam Tribun

Bimbang dan Ragu, Mengapa hanya Solaria?

Tentu menjadi pertanyaan besar, mengapa hanya Solaria yang kena sidak tim gabungan. Bagaimana dengan restoran-restoran yang lain?

Bimbang dan Ragu, Mengapa hanya Solaria?
(HAND-OUT)
Tim gabungan operasional razia daging ilegal saat menguji bumbu di restoran Solaria, di satu pusat perbelanjaan di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Kaltim, Senin (23/11/2015). Sebanyak 20 jenis bahan yang disita, delapan sudah diuji laboratorium, dan hasilnya, dua diantaranya positif mengandung bahan tidak halal. (HAND-OUT) 

tribunkaltim.co - Beberapa hari ini, masyarakat Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur dikejutkan dengan berita terkait temuan bahan makanan di Restoran Solaria yang berada di pusat perbelanjaan, Jl Sudirman Balikpapan mengandung babi berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) Tim Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan, MUI, Satpol PP Kota Balikpapan. Hasil Uji Cepat (Rapid Test), dua sampel bahan makanan positif mengandung babi.

Merujuk hasil lab tersebut, tim merekomendasikan kepada pemerintah kota untuk mengambil tindakan hukum. Keputusan tentang haram dan halalnya sudah dilakukan dan terbukti mengandung babi. Pemkot Balikpapan pun bersikap, melalui Asisten I Tata Pemerintahan Setkot Balikpapan Saiful Bahri, Pemkot memberikan dua alternatif ke pihak Solaria, yakni mencabut lebel halal atau menutup sementara.

Namun, pihak Solaria keukeuh menolak mencabut label halal yang diperoleh dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Pusat. Pihak Solaria meminta ada tim independen yang memeriksa sampel makanan yang dinyatakan mengandung babi tersebut.

BACA JUGA:  Inilah Dua Sampel Bumbu Dapur Solaria yang Dinyatakan Haram

Tentu menjadi pertanyaan besar, mengapa hanya Solaria yang kena sidak tim gabungan. Bagaimana dengan restoran-restoran yang lain? Apakah, restoran lain benar-benar tidak ada indikasi menggunakan bahan-bahan non-halal. Restoran Solaria yang justru telah memasang label halal dari LPPOM MUI menjadi sasaran tembak.

Jika Pemkot fair, silakan sidak dan periksa seluruh restoran yang ada di Balikpapan. Hasilnya, silakan umumkan ke masyarakat. Restoran mana yang bersih (tanpa menggunakan bahan makanan non-halal), mana restoran yang positif. Bisa jadi apa yang dilakukan tim gabungan telah memiliki dasar hukum, dan hasilnya seperti yang telah dipublis.

BACA JUGA: Ragu Konsumsi Daging karena Kehalalannya, Ini Cara Membedakan Sapi dan Babi

Namun, alangkah bijaknya, sebelum menyampaikan ke masyarakat, terlebih dahulu dilakukan tes ulang dan melalui prosedur yang diyakini kebenarannya. Menyikapi beredarnya pemberitaan media massa tentang Restoran Solaria di Balikpapan yang mengandung babi berdasarkan sidak yang dilakukan Tim Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan pada 23 November lalu menggunakan metode Uji Cepat (Rapid Test), LPPOM MUI memberikan penjelasan sebagai berikut :

1. Penggunaan metode Uji Cepat (Rapid Test) hanya digunakan untuk menguji kandungan protein babi secara cepat.
2. Uji Cepat (Rapid Test) merupakan sarana pemeriksaan (Screening) awal terhadap objek uji dan bukan merupakan kesimpulan akhir.
3. Hasil dari uji yang menggunakan Uji Cepat (Rapid test) memerlukan uji lanjutan untuk memastikan ada tidaknya kandungan DNA babi pada objek yang diuji, dengan menggunakan PCR.
4. Dalam melakukan Uji cepat (Rapid test) LPPOM MUI terlebih dahulu melakukan validasi metode. Validasi adalah pembuktian ketepatan metode untuk menguji kandungan bahan tertentu, karena ada kemungkinan terjadinya kesalahan positif (false positive).

Halaman
12
Penulis: Sumarsono
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved