Kebangetan, Kebun Amaryllis Rusak karena Dijadikan Tempat Selfie

Hamparan kebun bunga Amaryllis yang terhampar di seputaran jalan raya Gunung Kidul-Yogyakarta rusak akibat terinjak-injak pengunjung yang ingin selfie

Kebangetan, Kebun Amaryllis Rusak karena Dijadikan Tempat Selfie - bunga-lily-gunung-kidul_20151129_184240.jpg
TRIBUNJOGJA.COM-Hari Susmayanti
Sejumlah warga mengabadikan diri dengan berfoto di tengah-tengah hamparan kebun bunga lili atau bakung yang ada di Desa Salam, Kecamatan Patuk. Bunga ini hanya mekar saat awal musim penghujan dan oleh warga sekitar dijual di tepi-tepi jalan, Kamis ( 26/11/2015).
Kebangetan, Kebun Amaryllis Rusak karena Dijadikan Tempat Selfie - kebun-bunga-lily-di-gunung-kidul_20151129_184420.jpg
Tribun Jogja-Hamim Thohari
Hamparan kebun bunga Lily di Pathuk, Gunung Kidul saat masih indah. Kebun bunga ini kini rusak akibat ulah pengunjung yang tidak bertanggung jawab karena selfie seenaknya.

tribunkaltim.co, YOGYAKARTA - Kebun bunga Lily yang terletak di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, selama dua hari terakhir yakni Jumat (27/11/2015) dan Sabtu (28/11/2015) setidaknya telah menyedot lebih dari 2.000 pengunjung dari berbagai daerah.

Keindahan bak taman bunga Keukenhof di Belanda ini menjadi viral di media sosial sehingga orang berbondong-bondong ingin melihatnya. "Sejak hari Rabu, mendadak pekarangan rumah saya dipenuhi orang-orang yang sengaja berhenti untuk berfoto. Saya sendiri kaget karena mendadak banyak orang mampir ke sini," ujar Wartini, pemilik kebun bunga Lily.

BACA JUGA: Wow, Indahnya Hamparan Kebun Bunga Lili, Mirip Taman di Luar Negeri

Beberapa hari belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan adanyan hamparan taman bunga Amaryllis di kawasan Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Taman yang dipenuhi bunga Lili Hujan ini mekar setahun sekali tepat di awal musim penghujan.

Menurutnya, sejak Jumat (27/11/2015) kemarin hampir sekitar 1.500 orang datang untuk sekadar mengabadikan taman bunga ini baik rombongan maupun yang ingin beraksi selfie atau swafoto.

"Kemarin saja sudah lebih dari 1.500 orang yang datang ke sini dari pagi sampai sore. Siang ini saja sudah lebih dari 1.000 orang," ungkap Barkah, penjaga parkir kebun bunga yang mengaku sedikit kewalahan mengatur parkir di dekat kebun Lily itu.

Sayangnya, keindahan taman bunga ini tidak lagi bisa dinikmati karena kondisinya sudah rusak terinjak-injak oleh pengunjung. Banyak tanaman bunga yang mati karena terinjak atau terduduki saat pengunjung lewat atau berpose di tengah-tengah tanaman. Sang pemilik pun meneruskan kisah yang terjadi pada kebun amaryllisnya.

BACA JUGA: Self, Selfie dan Selvesie

"Kami sudah berusaha mengingatkan pengunjung agar tanaman tidak terinjak-injak, tetapi banyaknya orang yang datang juga membuat kami kerepotan mengingatkan satu per satu," ujar Wartini.

Jika tanaman Amaryllis ini berkembang dengan baik, bunganya akan mekar dan bertahan sekitar 21 hari dengan varian warna yang menarik dipandang mata.

Perempuan yang menjual bibit bunga sejak tahun 2003 ini mengaku tahun ini dia hanya menjual sedikit dari bibit dan tanaman bunga ini, karena kesibukannya menghadapi pengunjung yang mencapai ribuan sejak dua hari terakhir.

"Melihat kondisi bunga yang terinjak-injak ini, kami merasa kasihan pada pengunjung yang datang terakhir. Karena mereka tidak bisa melihat taman bunga seperti yang mereka bayangkan atau lihat di media. Sudah banyak yang rusak," ujar perempuan dengan dua putra ini.

Wartini dan suaminya tidak menyalahkan pengunjung karena awalnya taman bunga ini tidak dipersiapkan untuk mengantisipasi banyaknya wisatawan yang datang. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved