Pelaku Usaha Kuliner Diminta Urus Sertifikasi Halal, Ini Biayanya

Untuk mengurus sertifikasi halal biaya yang harus dikeluarkan kurang lebih Rp 1,4 juta.

Pelaku Usaha Kuliner Diminta Urus Sertifikasi Halal, Ini Biayanya
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Logo halal masih terpasang di Restoran Solaria di salah satu Mal di Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Menyikapi pemberitaan terkait penemuan adanya bahan makanan mengandung babi di salah satu Restoran Solaria, Balikpapan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan mendorong pelaku usaha kuliner mengurus sertifikasi halal.

Untuk mengurus sertifikasi halal biaya yang harus dikeluarkan kurang lebih Rp 1,4 juta.

Sekretaris Umum MUI Kota Balikpapan Drs H M Jailani Msi, beberapa waktu lalu menjelaskan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada 30 pengusaha kuliner di Balikpapan dan hampir seluruhnya bersedia mengurus sertifikasi halal.

Guna memastikan kehalalan bahan makanan tentu harus melalui proses kajian oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Makanan (LPPOM) MUI dan mengisi Formulir Sistem Jaminan Halal (SJH). Selanjutnya tim survei dari LPPOM MUI turun melakukan pengecekan.

"Nanti hasil pengecekan dirapatkan bersama komisi fatwa dan selanjutnya diterbitkan sertifikat halal tersebut. Untuk perizinan tidak akan dipersulit," ungkap Jailani.

Baca: Tak Ikut Masuk ke Lab, Ketua LPPOM MUI Kaltim Berdoa Agar Hasil Tes Solaria Tidak Masuk Angin

Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus sertifikasi halal paling tinggi Rp 1,4 juta. Label halal akan berlaku selama dua tahun.

"Kalau memperpanjang tidak sampai segitu. Intinya kan untuk memberi jaminan kepada masyarakat. Disamping wajib daftarkan kehalalan, tidak menurunkan omzetnya. Malahan bisa tambah laris," kata Jailani.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha kuliner, sertifikat halal yang dimiliki adalah amanat yang harus dijaga, karena merupakan jaminan produk itu sendiri.

Ditambahkan Jailani, pada 2016 nanti pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi tentang sertifikasi halal.

"Ada tiga cara untuk membuat sertifikasi halal, yakni melalui MUI Kota Balikpapan, LPPOM MUI Provinsi Kaltim dan inisiatif pengusaha," ungkapnya. (*)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved