Opini

Terima Kasih untuk Perjuangan Para Guru yang tak Pernah Lelah

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa.

Terima Kasih untuk Perjuangan Para Guru yang tak Pernah Lelah
tribunkaltim.co/geafry necolsen
Ilustrasi. Salah satu guru kontrak yang mengajar di sebuah sekolah di kawasan pedalaman Kabupaten Tanjung Redeb, Berau. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang telah banyak berjasa bagi negara dalam pembentukan bangsa yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia. 

Oleh: M. Afif Sekedang
Kelas IX A1, SMPIT Cordova, Samarinda
sekedang21.as@gmail.com

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku.
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku, sebagai prasasti terima kasihku 'tuk pengabdianmu. Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa.

ITULAH sedikit penggalan dari lagu yang berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang digubah oleh Bapak Sartono. Betapa berartinya guru bagi kita. Dalam rangka memperingati hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November, marilah kita merenungi kebaikan-kebaikan yang telah diberikan guru kepada kita.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang telah banyak berjasa bagi negara dalam pembentukan bangsa yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia. Guru telah mendidik kita tanpa pamrih tanpa meminta balasan.

Demikian pula para guru yang mengabdi di pedalaman bahkan di perbatasan Kalimantan pun mereka tidak peduli dengan risiko yang dihadapi, yang hanya ada dalam benak mereka adalah bagaimana caranya mendidik dan memajukan anak-anak bangsa. Ada baiknya kita menghargai mereka dengan prestasi-prestasi yang kita buat sehingga guru kita akan bangga.
Pernahkah juga kita menyadari bahwa guru adalah pengganti orangtua kita di sekolah.

BACA JUGA: Kisah Guru Perbatasan yang Kesulitan Dapat Buku Pelajaran Maupun Koneksi Internet

Begitu banyak peran dan pengorbanan guru kepada kita dalam usaha mencapai cita-cita kita yang dengan ikhlas membimbing, mengajarkan ilmu pengetahuan, budi pekerti dan lain-lain. Mendidik kita agar diharapkan menjadi anak yang baik. Guru jugalah yang mendukung kita untuk berpikir dan melakukan hal-hal yang positif dan juga memberi semangat di saat kita mengalami kegagalan agar kita tetap semangat serta memberi nasehat bahwa dibalik kekurangan kita ada kelebihan yang masing-masing kita memilikinya.

Kita sebagai murid, semua diperlakukan sama, sekecil apapun yang kita lakukan selama positif semua dihargai. Sehingga antara kita saling mendukung satu dengan yang lain, tidak ada yang merasa yang terbuang ataupun merasa lebih unggul dari yang lain.

BACA JUGA: 37 Guru Berdedikasi Ini Terima Penghargaan dari Bupati

Kita sebagai murid kadang pernah melakukan kesalahan-kesalahan sejak kita menempuh pendidikan di TK hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Saat di TK kadang kita berebutan mainan dengan teman, menangis karena menginginkan sesuatu dan lain-lain.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved