Lingkungan

Akan Dilepasliarkan ke Hutan, Orangutan Ini Lelah Tak Bisa Tidur

Empat individu orangutan (Pongo pyemeus) yang dirawat di Pusat Rehabilitasi Orangutan BOSF Samboja Lestari akhirnya dilepasliarkan, Selasa (1/12/2015)

TRIBUN KALTIM/MARTINUS WIKAN
Orangutan di BOSF Samboja Lestari, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Empat individu orangutan (Pongo pyemeus) yang dirawat di Pusat Rehabilitasi Orangutan BOSF Samboja Lestari akhirnya dilepasliarkan, Selasa (1/12/2015).

Keempat orangutan tersebut antara lain Joni (7) dan Hanung (9) berjenis kelamin jantan, serta Teresa (7) dan Bungan (9) berjenis kelamin betina.

Dari pusat rehabilitasi BOSF Samboja Lestari, petugas memasukkan empat orangutan ke masing-masing kandang berteralis besi. Keempatnya kemudian diangkut ke lokasi pelepasliaran menggunakan mobil truk roda 6.

Pantauan Tribunkaltim.co, Bungan terlihat lesu di dalam kandang. Tatapannya sayu, sesekali menggeliat lemas. Sebelum dimasukkan kandang, menurut petugas, Bungan terlebih dulu diberi obat bius. Hal ini bertujuan agar ia tak memberontak saat dibawa ke kandang.

Rencananya empat ekor orangutan tersebut dibawa ke kawasan Hutan Kehje Sewen di Kutai Timur melewati jalur darat. Perjalanan kurang lebih membutuhkan waktu 13 jam.

Menurut petugas yang enggan disebut namanya, keempat individu orangutan tidak boleh terlelap selama di perjalanan. Ketika tertidur dikhawatirkan saat terjadi cedera tidak terdeteksi.

Baca: Pembantaian Orangutan Terulang, di Kalimantan Lagikah?


HO/BOSF Samboja Lestari -- Pelepasliaran orangutan ke habitat alami di Hutan Kehje Sewen, perbatasan antara Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Pihak BOSF telah menginstruksikan agar tiap dua jam perjalanan, petugas istirahat sebentar sembari mengecek kondisi empat orangutan.

Sesampainya di luar Hutan Kahje Sewen, Bungan dan kawan-kawan dipindahkan ke mobil dobel gardan agar bisa menjangkau dalam hutan.

Hutan Kehje Sewen merupakan hutan alam berada di antara wilayah Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Dalam pelepasliaran tersebut, Kepala CEO BOSF Jamartin Sihite mengatakan, sejak 2012 hingga kini, BOSF Samboja Lestari telah melepasliarkan 40 orangutan termasuk empat individu tersebut ke habitat alami di Hutan Kehje Sewen.

Pelepasliaran tersebut sebenarnya meleset dari target rencana aksi yang telah disepakati bersama antara kelompok Non-Governmental Organization (NGO), pemerintah, dan swasta.

Pasalnya, tahun berdasarkan kesepakatan, pada 2015 semua orangutan bisa dilepasliarkan, sehingga program konservasi bisa selesai. Namun kenyataannya, hal itu tak bisa tecapai lantaran pihaknya tak menemukan area hutan yang layak bagi pelepasliaran orangutan di Kaltim.

Baca: Polisi Tangkap Pemilik Akun Pengunggah Pembantaian Orangutan ...

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved