Berita Pemkab Kutai Timur

Pascapemungutan Suara, Kominda Tetap Harus Tingkatkan Pengawasan

Terakhir, ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas baik sebelum maupun sesudah pemilukada.

Pascapemungutan Suara, Kominda Tetap Harus Tingkatkan Pengawasan
Ilustrasi pilkada serentak 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Awal pekan ini Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengundang sejumlah pihak dalam rapat Komunitas Intelijen Daearah (Kominda) untuk membahas isu-isu pemilihan umum kepala daerah (pemilukada).

Rapat yang digelar di Ruang Arau, Kantor Bupati tersebut dihadiri jajaran pejabat dari Badan Kebangpol (kesatuan bangsa dan politik), Polres Kutim, Kodim 0909 Sangatta, Lanal Sangatta, Satpol PP, KPU (komisi pemilihan umum), serta personel lain yang tergabung dalam Kominda Kutim. Selain itu juga hadir Asisten Pemerintahan Umum Syafruddin, Kepala Kesbangpol Abdul Kadir, dan Ketua KPU Fahmi.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menginstruksikan agar seluruh anggota Kominda untuk selalu meningkatkan pengawasan dan memperhatikan indikasi kecurangan yang rentan terjadi pada hari pencoblosan. Hingga saat perhitungan suara, agar pemilukada dapat berjalan sesuai harapan semua pihak.

(Baca juga: Empat Koperasi Jalin Kerja Sama dengan PT KIN)

“Pengawasan harus dimaksimalkan. Sebaiknya anggota Kominda yang telah ditempatkan di lokasi masing-masing, agar dapat terus memantau dan mengawasi jalannya pilkada (pemilukada) sehingga meminimalisasi tindak kecurangan atau gesekan dari pendukung paslon (pasangan calon) yang bisa terjadi di lapangan,” jelas Ardiansyah, yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kutim ini.

Selain itu, Bupati juga meminta agar distribusi logistik pemilikada di Kutim, seperti kertas suara, dilakukan dengan pendampingian pihak keamanan hingga ke lokasi di Kecamatan.

Rapat kali ini tidak hanya membahas penanganan sebelum pemilukada, namun juga pasca pemilu dilaksanakan. Selain itu, Bupati juga meminta seluruh masyarakat Kutim turut menyukseskan pemilukada serentak 9 Desember 2015. Caranya dengan datang ke TPS dan memberikan suaranya, alias tidak golput (golongan putih). Sehingga pemimpin yang terpilih benar-benar adalah pilihan rakyat.

Terakhir mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas baik sebelum maupun sesudah pemilukada. Sebelumnya, Ardiansyah juga mengimbau kepada petugas berwenang untuk menertibkan alat kampanye yang ditempel dikendaraan. Sasarannya untuk menghindari “gesekan” antara masing-masing pendukung paslon.

Ditambahkan oleh Ketua KPU Fahmi, pendistribusian logistik sejak Senin lalu telah mencapai lebih 90 persen dan diperkirakan terdistribusi 100 persen pada hari sebelum pencoblosan. Logistik disebar ke 679 TPS (tempat pemungutan suara) diseluruh Kutim.

Pendistribusian yang dilakukan sejak 5 Desember 2015 itu diprioritaskan untuk kecamatan yang jauh terlebih dahulu, seperti Sandaran, Karangan, dan Sangkulirang. Kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Busang, Long Mesangat, Muara Bengkal, dan daerah lainnya. Logistik diserahkan kepada PPK setempat.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved