Disebut Kota Jahat, Predikat Daerah Peduli HAM Samarinda Lepas
Ketua Komisi Nasional HAM (Komnasham), Nurkholis pernah menyebutkan Samarinda bisa saja dicap sebagai kota paling jahat HAM.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Predikat sebagai Kota Peduli Hak Azasi Manusia (HAM) yang pernah diterima Samarinda tahun lalu, tak bertahan di 2015 ini.
Hanya Balikpapan yang berhasil memertahankan predikat sebagai Kota Peduli HAM, yang diserahkan Menteri Hukum dan HAM, di Jakarta, Jumat (11/12/2015). (bac ajuga: Kambing dan Babi akan Dibagikan Gratis ke Petani )
"Hanya Balikpapan yang dapat. Kemudian Provinsi Kaltim juga dapat predikat sebagai pembina daerah peduli HAM," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltim, Agus Saryono.
Agus menjelaskan, lepasnya predikat sebagai Kota Peduli HAM dari Samarinda bukan disebabkan adanya korban meninggal akibat penambangan yang meninggalkan lubang. (baca juga: 100 Gerobak yang Dianggarkan Lewat APBD Ini Mulai Karatan )
Diketahui, belum lama ini, Ketua Komisi Nasional HAM (Komnasham), Nurkholis pernah menyebutkan Samarinda bisa saja dicap sebagai kota paling jahat HAM.
Pernyataan tersebut dilontarkan Nurkholis setelah mendengar testimoni dari para orangtua yang kehilangan anak, akibat tenggelam di kolam tambang yang tak ditutup.
"Bukan itu (pernyataan yang pernah dilontarkan Ketua Komnas HAM) yang membuat Samarinda tidak dapat penghargaan Kota Peduli HAM tahun ini," kata Agus. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/12-korban-lubang-tambang-batu-bara_20151129_232503.jpg)
