Jebakan Batman Dalam Sidang MKD yang Setuju Setya Novanto Kena Sanksi Berat, Ada Apa?

Sanksi berat dan pembentukan panel, “Tujuannya sudah terbaca jelas, mengamankan Setya Novanto dengan mengulur-ulur waktu,” kata Joanes.

Jebakan Batman Dalam Sidang MKD yang Setuju Setya Novanto Kena Sanksi Berat, Ada Apa?
Kompas.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Surahman Hidayat (kiri), dan Wakil Ketua MKD Junimart Girsang saat mendengar keterangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam sidang terbuka MKD di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (2/12/2015). Sudirman memberi keterangan sebagai pelapor yang mengadukan Ketua DPR Setya Novanto dengan sangkaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait permintaan saham Freeport. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah Anggota MKD dari partai pendukung Koalisi Merah Putih seperti Golkar, Gerindra dan PPP yang sebelumnya membela Setya Novanto, mendadak sontak, menghakimi dan menyebut SN melakukan penggaran etika, dengan ganjaran sanksi berat. Betulkah ada jebakan batman dalam sidang ini?

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) menangkap ada indikasi sebagian anggota Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI yang bersidang di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12/2015), bermaksud mengulur waktu untuk tujuan akhir menyelamatkan Setya Novanto.

“Ada indikasi sebagian anggota MKD untuk mengulur waktu dengan memutuskan sanksi berat,” ujar Ketua Presidium ISKA Muliawan Margadana dan Sekjen ISKA Joanes Joko yang diterima www.TribunKaltim.co, Rabu malam.

BACA JUGA:

Sudirman Akui Setya Novanto Catut Nama Jokowi, Sang Ketua Parlemen Langsung Membantah
Ini Cuplikan Rekaman yang Diduga Pertemuan Setya Novanto-Petinggi Freeport
Sebut Nama Jokowi, JK, Prabowo, SBY, Luhut, Hatta: Inilah Rekaman Utuh 120 Menit Setya Novanto
 
(TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA) - Ketua DPR RI Setya Novanto meninggalkan Wisma Negara setelah menemui Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan, Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Sebab, menurut Peraturan DPR No 1 tentang Kode Etik dan Nomor 2 tahun 2015 tentang Tata Beracara MKD, di situ diatur sanksi dan mekanisme bila keputusan adalah sanksi berat diharuskan membentuk panel.

BACA JUGA: Cerita Lain di Balik Kontroversi Sidang Tertutup Setya Novanto, Jokowi Mulai Singgung Koppig

Proses pembentukan panel ini akan membutuhkan waktu lama. Akibatnya adalah rakyat terus-menerus disuguhi kegaduhan politik yang tiada henti. Dan ini bisa semakin menimbulkan antipati kepada lembaga dewan.

“ISKA tidak ingin kegaduhan yang berlarut-larut karena hanay seorang Setya Novanto. Kegaduhan kontraproduktif saat bangsa ini seharusnya fokus menghadapi usaha bersama melewati krisis dan persiapan bonus demografi yang semakin dekat,” kata Muliawan.

Terkait jalannya sidang yang masih berlangsung di gedung MPR RI/DPR RI dan DPD RI, Joanes Joko mengatakan, awalnya marah melihat sikap MKD yang terkesan main-main. Lalu dia sedang karena akhirnya, ada anggota DPR dari PPP, Gerindra dan Golkar justru mengenakan sanksi berat.

BACA JUGA: MKD Diminta Tidak Bertele-tele Saat Periksa Setya Novanto

Halaman
1234
Editor: Domu D.Ambarita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved