Tokoh Agama Kritik MKD: Sepotong Pisang Goreng Lebih Mahal Ketimbang Nyawa Orang Asli Papua

Lihat, tatkala hendak membeli pisang goreng, orang akan bertanya soal harganya. Sebaliknya, tidak dalam penghilangan nyawa Orang Asli Papua".

Tokoh Agama Kritik MKD: Sepotong Pisang Goreng Lebih Mahal Ketimbang Nyawa Orang Asli Papua
(Suarapapua)
Korban tragedi paniai berdarah 8 Desember 2014 di Lapangan Karel Gobai Enarotali, Paniai, Papua (Suarapapua) 

TRIBUNKALTIM.CO - Tokoh agama asal Timika, Papua, lokasi beroperasinya perusahaan tambang emas, PT Freeport Indonesia merasa terusik atas hiruk-pikuk elite politisi dan pejabat di Jakarta.

Menurutnya, ketika bicara tentang kekayaan alam Papua, elite di Jakarta sangat ribut, bicara di mana-mana.

Sedangkan ketika terjadi insiden yang melukai rakyat Papua, pejabat dan politisi bangsa ini, diam membisu.

Hal itu disampaikan Pemimpin Gereja Katolik di Keuskupan Timika, Papua, Monsinyur John Philips Saklil, dalam pernyataan tertulis yang diterima www.TribunKaltim.co, Kamis (17/12/2015) petang.

“Apakah itu moral dari Negara yang bernama Indonesia? Apakah harta lebih berharga dari nyawa orang Papua?” kata Monsinyur John Philips.

BACA JUGA:

BREAKING NEWS: Penembakan Brutal di Papua,7 Warga Tewas
Andai Titiek Soeharto dan Puan Calon Pengganti Setya Novanto, Siapa Jagoan Anda?
Jebakan Batman Dalam Sidang MKD yang Setuju Setya Novanto Kena Sanksi Berat, Ada Apa?

 

Mgr John Philip Saklil (www.hidupkatolik.com)

Berikut ini tulisan lengkap Uskup Timika yang disebut dengan refleksi kritis.

"ANEH...!!!"
Saat bicara soal kekayaan di Papua, para politikus dan petinggi-petinggi Negara bahkan sebagian besar orang di Jakarta ribut dan bicara dimana-mana.
 
Saat orang Papua ditembak mati, semua DIAM MEMBISU. Sebagian dari mereka justru terus mendukung kelakukan sebagian aparat dan Negara yang terus me"lukai" orang Papua.
Apakah itu moral dari Negara yang bernama Indonesia...???
 
Apakah HARTA lebih berharga dari NYAWA orang Papua....?
Dalam kelakar bersama para teman, saya sering sekali mengatakan hal ini:
 
" Sepotong pisang goreng masih lebih mahal ketimbang nyawa Orang Asli Papua. Lihat, tatkala hendak membeli pisang goreng, orang akan bertanya soal harganya. Sebaliknya, tidak dalam penghilangan nyawa Orang Asli Papua".
 
Menyadarkan orang bahwa sesama adalah dirinya yg lain, kiranya tugas kemanusiaan yg mendesak walau rasanya bagaikan menjaring angin...
 
Mgr John Philip Saklil
Uskup Timika
 
 
BACA JUGA: MKD, Apaan Sih? Ini Singkatan yang Lucu-lucu Karya Netizen
 
(istimewa/Kompas.com) -  Kapolda Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw dan Dandrem 174, Brigjen TNI Supartodi mengunjungi keluarga korban yang sempat menyemayamkan jenasah didepan Markas Subden POM Timika, Jumat siang.
 

Pembela Warga Sipil Papua

John Philipus Saklil lahir di Kokonao, Mimika Barat, Mimika, Papua, pada 20 Maret 1960.

Ia terpilih menjadi Uskup di Keuskupan Timika pada 19 Desember 2003. Mgr John Philipus Saklil merupakan uskup pertama di Keuskupan Timika sejak dipisahkan dari Keuskupan Jayapura.

Mgr John Philips Saklil kerap bersuara keras terhadap tindakan semena-mena aparat keamanan terhadap warga sipil.

Halaman
123
Editor: Domu D.Ambarita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved