Tokoh Agama Kritik MKD: Sepotong Pisang Goreng Lebih Mahal Ketimbang Nyawa Orang Asli Papua

Lihat, tatkala hendak membeli pisang goreng, orang akan bertanya soal harganya. Sebaliknya, tidak dalam penghilangan nyawa Orang Asli Papua".

Tokoh Agama Kritik MKD: Sepotong Pisang Goreng Lebih Mahal Ketimbang Nyawa Orang Asli Papua
(Suarapapua)
Korban tragedi paniai berdarah 8 Desember 2014 di Lapangan Karel Gobai Enarotali, Paniai, Papua (Suarapapua) 

Empat bulan lalu, tepatnya Jumat (28/8/2015) dinihari, terjadi insiden yang membawa dua orang korban jiwa warga sipil di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Koperapoka, Timika, Kabupaten Mimika, Jumat dini hari.

Mgr John mengecam penembakan oleh oknum TNI yang menewaskan dua orang dan melukai empat orang lainnya.

Yulianus Okoare (18) meninggal di tempat setelah tertembak di perut tembus ke punggung, sementara Imanuel Marimau (23) yang tertembak di bawah telinga akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSU Mimika.

Monsinyur (bahasa Italia: monsignor, disingkat Mgr) merupakan predikat atau sebutan kehormatan bagi kaum klerus Gereja Katolik yang telah memperoleh gelar kehormatan gerejawi tertentu dari Paus.

Mgr John menyatakan Gereja mengecam semua tindakan kekerasan, apalagi yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Menurut dia, dikutip TribunKaltim.co dari Kompas.com, tindakan kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah, dan justru akan melahirkan kekerasan yang baru yang mengakibatkan semakin banyak jatuh korban yang tidak diinginkan.

BACA JUGA: Penembakan di Papua, 1 Tewas dan 3 Korban Masih Dirawat di RSUD


Ia berharap, semua pihak mau menahan diri dan menyelesaikan permasalahan melalui jalur hukum untuk mengadili siapa pun yang bersalah khususnya yang telah menyebabkan kehilangan nyawa.

“Tidak usah berdalih dengan alasan apapun, karena sudah jelas apapun yang terjadi yang menyebabkan korban nyawa harus ditindak, apalagi menggunakan alat negara. Kesalahan sudah sangat jelas jangan membuat kesalahan baru lagi,” ucap Mgr John Saklil.

Penembakan dipicu pengeroyokan sekelompok warga terhadap dua anggota TNI yang nekat menerobos jalan yang dipalang oleh warga yang sedang berpesta.

Halaman
123
Editor: Domu D.Ambarita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved