Gempa Kalimantan Utara
Warga Diminta Waspada, Gempa Susulan Masih Terjadi Hingga 7 Hari Mendatang
Gempa susulan yang kembali terjadi, pukul 08.20 Wita, Selasa (22/12/2015) membuat warga Tarakan kembali panik.
Penulis: Junisah |
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Gempa susulan yang kembali terjadi, pukul 08.20 Wita, Selasa (22/12/2015) membuat warga Tarakan kembali panik.
Menurut Kepala Stasiun Geofisika, Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan Mujianto mengatakan, hari ini ada dua kali gempa susulan yang terjadi di Kota Tarakan.
“Gempa pertama terjadi pukul 08.02 Wita dengan kekuatan 4,5 Skala Richter (SR) dan gempa kedua terjadi pukul 08.20 Wita dengan kekuatan 4,8 SR,” ucap Mujianto yang ditugaskan untuk melakukan pemantauan gempa di BMKG Kota Tarakan.
BACA JUGA BERITA TERKAIT:Kursinya Bergoyang ketika Nonton TV Bupati Ini Mengira Digoda Jin, Ternyata. . . Pascagempa, Listrik Padam Total 6 Jam akibat Lima Pembangkit Mati Mendadak BREAKING NEWS - Suami Istri Sedang Tidurkan Anak Kaget Diguncang
Gempa bumi berkekuatan 6,1 pada Skala Richter terjadi di Kalimantan Utara, Senin (21/12/2015) dinihari. Guncangan gempa terasa hingga sebagian wilayah Kota Kinabalu, Malaysia dan Kepulauan Jolo, Filipina.(earthquake.usgs.gov)
Mujianto mengatakan, gempa susulan ini akan terus terjadi paling cepat tiga hari ke depan dan selama tujuh hari kedepan, dengan kekuatan kecil di bawah 5,0 SR.
Baca: Gedung Gadis Retak-retak, Warga Panik Berhamburan Keluar
“Gempa susulan terjadi, karena masih terjadinya peluruhan atau pelepasan sisa energi,” katanya.
Dengan masih adanya gempa susulan ini diimbau masyarakat untuk terus selalu waspada, terutama menghindari bangunan-bangunan yang dianggap tidak memungkinkan untuk ditinggali sementara waktu. Seperti bangunan yang sudah miring atau dinding bangunan yang sudah banyak retak-retak.
“Kalau bangunan tersebut sudah tidak mungkin dapat ditinggali atau dianggap tidak layak, sebaiknya kalau malam hari tidur dulu luar, sampai keadaan dan kondisi benar-benar stabil. Apalagi yang punya rumah atau gedung pondasi yang sudah tidak kokoh lebih baik dihindari,” ujarnya. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mujianto_20151222_133309.jpg)
