Berita Eksklusif

Kelabui Polisi, Pencuri Ini Pisahkan Rangka dan Mesin Motor

Saat beraksi di Balikpapan, ia pernah mencuri motor yang terparkir di depan rumah.

Kelabui Polisi, Pencuri Ini Pisahkan Rangka dan Mesin Motor
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Barang bukti curanmor di Polsek Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rudy Firmanto dan Cornel Dimas Satrio Kusbiananto

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa waktu lalu Tribunkaltim.co sempat mewancarai seorang pelaku curanmor berinisal MH. Ia anggota sindikat curanmor wilayah Bontang yang dibekuk jajaran Jatanras Reserse Kriminal Polda Kaltim, Juni lalu.

Awalnya MH menampik keterlibatannya dalam kasus curanmor. Ia mengaku membeli motor dari seorang penjual yang kemudian digadaikan ke wilayah Bontang.

MH tak bisa mengelak lantaran ia mengenal penjual motor yang notabene pelaku curanmor. MH beralasan membeli motor dengan rekannya tersebut karena harganya murah dan tak jarang disertai surat motor yang tertinggal di dalam jok.

"Saya beli motor itu dari teman saya yang ada di luar Kota Bontang. Motor biasanya diambil dari Balikpapan, Tenggarong, dan Samarinda. Kondisinya masih bagus dan surat-suratnya ada di dalam jok motor, makanya saya ambil itu harganya 1 juta. Ya langsung saya gadai lagi di Bontang harganya 1,5 -2,5 juta," ungkapnya.

Aksi ini sudah dilakukan berkali-kali dan lolos dari incaran polisi. MH mengaku punya cara tersendiri mengelabuhi polisi, yaitu cara memisahkan rangka dan mesin motor hasil curian. Ketika motor datang, ia cepat-cepat membongkar rangka dan mesin motor, lalu dijualnya secara terpisah kepada para pemesan.

Baca: Gila Banget! Bermodal Kunci T, Pelaku Curanmor Bisa Petik 15 Motor Sebulan

"Pemesannya itu pesan sama saya dulu. Misalnya orang itu sudah punya motor, tapi dia cuma butuh mesin motor Tiger untuk dirakit. Saya pesan ke teman saya yang ada di luar Bontang agar mencarikan motor. Setelah motor dapat, rangka dan mesin dipisahkan. Jadi nanti di mix antara mesin motor curian dan rangka motor punya pemesan. Itu yang membuat pemilik motor dan polisi tidak bisa menemukan mesinnya," ujarnya.

Rata-rata MH menggadaikan motor hasil curian itu kepada orang yang sangat membutuhkan motor dengan harga murah. Selain itu ia juga menggadaikannya ke perakit mesin motor untuk kepentingan balap liar.

Berbagai modus operandi dilakukan pelaku curanmor, seperti merusak kontak motor menggunakan kunci T dan menggasak motor yang kuncinya masih menggantung di setang.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved