Kaleidoskop 2015

Wilayah Perbatasan jadi Pintu Masuk Peredaran Narkoba dari Malaysia

Kasus narkoba, khususnya narkoba jenis sabu menjadi perhatian Polda Kaltim.

Wilayah Perbatasan jadi Pintu Masuk Peredaran Narkoba dari Malaysia
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin, memasukkan sabu yang siap dimusnahkan ke dalam mesin penggiling. Kegiatan pemusnahan barang bukti sabu-sabu ini berlangsung di halaman Mapolres Bulungan, Rabu (2/12/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus narkoba, khususnya narkoba jenis sabu menjadi perhatian Polda Kaltim.

Dalam jumpa pers akhir tahun terungkap selama 2015 tercatat 39,29 kilogram sabu berhasil diamankan. Kapolda Irjen Pol Safaruddin mengakui peredaran sabu di Kaltim dan Kaltara cukup besar. Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan upaya pengembangan kasus.

"Tidak ada yang tidak selesai, akhir Januari 2016 ditargetkan selesai semua kasus. Beberapa barang bukti yang sudah disita di antaranya ganja 2.624 gram dan sabu 39,29 kg atau hampir 40 kg. Peredaran sabu cukup besar, masih dilakukan upaya pengembangan," ujar Kapolda.

Kapolda menyayangkan rutan dan lapas masih menjadi tempat mengatur peredaran narkoba. Setelah dilakukan diskusi dengan Kakanwil kurangnya personel menjadi alasan peredaran narkoba yang marak di lapas maupun rutan.

"Dari dalam lapas atau rutan 70 persen peredaran sabu dilakukan. Kami kroscek ke Kakanwil, kurangnya personel dan lain sebagainya menjadi alasan sulitnya mencegah peredaran narkoba dari dalam lapas dan rutan," ujarnya.

Baca: Polda Ungkap Kasus Korupsi Rp 772 Miliar, Tapi Sayang Uang yang Kembali ke Negara Cuma Rp 2 Miliar

Kaltim, khususnya wilayah perbatasan masih menjadi jalur masuknya narkoba dari Malaysia. Peredaran sabu yang masuk melalui jalur Tawau dan perbatasan lainnya diduga ada keterlibatan polisi Malaysia.

Meski begitu Kapolda Kaltim belum bekerjasama dengan Kepolisian Malaysia dalam memberantas peredaran narkoba di perbatasan.

"Kami sedang membangun hubungan emosional. Saling berbagi informasi jika memang ada peredaran narkoba. Namun meskipun Interpol sekalipun yang menangani, tetap ada batas jika menyangkut kenegaraan. Seharusnya sebagai polisi bisa saling berkoordinasi, bertanggungjawab jika terjadi gangguan keamanan dimanapun berada," kata Kapolda. (*)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Penulis: Ahmad Sidik
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved