Opini

Catatan Akhir Tahun 2015, Sinergi Bersama Menyelamatkan Generasi Penerus dari Ancaman Narkoba

Apakah ini pertanda sebuah kesadaran bersama akan ancaman serius narkoba bagi anak muda khususnya?

Catatan Akhir Tahun 2015, Sinergi Bersama Menyelamatkan Generasi Penerus dari Ancaman Narkoba
iStock-Getty Images/AlexLMX
Ilustrasi. 

Mahasiswa Poltekba menendengarkan pemaparan bahaya narkoba yang dijelaskan oleh kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, Rabu (25/11/2015). (TRIBUN KALTIM / RUDY FIRMANTO)

Mengutip jurnal data pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN, edisi 2015) tempat pemakaian narkoba yang sering dilakukan adalah rumah teman (63%), rumah responden (41%) dan tempat kos (32%). Data ini mengindikasikan bahwa rumah menjadi pilihan utama ketika ingin memakai narkoba, baik di rumah teman maupun rumah sendiri.

Dengan demikian, walaupun anak selalu berada di rumah, maka tidak menjamin akan menjadi seorang anak yang “baik-baik”. Pilihan tempat lain untuk memakai narkoba adalah bangunan/ruko kosong (18%) dan diskotik/karaoke/pub (18%).

BACA JUGA: Lima Pria dan Seorang Ibu Rumah Tangga Digerebek Kemas Sabu

Kita apresiasi dengan angkat dua jempol usaha-usaha aparat kepolisian maupun BNN untuk bergerak mengungkap pelaku dan memberantas peredaran narkoba. Kejadian demi kejadian sudah diungkap, prestasi ditoreh namun demikian sekali lagi mafia akan senantiasa bergentayangan karena narkoba adalah tambang penghasilan. Ruang gerak harus dibatasi, jika perlu dihabisi.

Jangan ada sikap toleransi untuk teror narkoba yang membunuh secara perlahan namun pasti, selamatkan generasi yang sedang tumbuh untuk mengabdi pada ibu pertiwi, anak-anak kita. Membebaskan secara penuh dari bahaya narkoba memang mustahil, namun kita harus mempunyai keyakinan bersama bahwa kita mampu menguranginya.

BACA JUGA: Rencananya, Kurir Ini Edarkan Sabu 5 Kg di Samarinda

Kita harus bisa menyelamatkan generasi muda kita, menyelamatkan masa depannya. Bagaimana mungkin bangsa kita ke depannya dipimpin oleh anak-anak muda yang kesehatan fisik dan mentalnya, intelektual serta budi pekertinya dicemari oleh narkoba?

Untuk mengurangi lagi memberangus peredaran dan penggunaan narkoba maka tiga lingkungan kehidupan sebagai siklus sistem sosial harus diwujudkan dengan nilai-nilai yang mampu menjadikan kita berkata tidak untuk narkoba. Lingkungan itu adalah; Pertama, lingkungan keluarga. Keluarga yang harmonis dan dipenuhi dengan nilai-nilai agama akan lebih kuat menghadapi serbuan dan rayuan akan narkoba.

Hubungan komunikasi yang positif dan hangat antar penghuni keluarga, orangtua dengan anak akan lebih memberikan energi kebajikan untuk menangkal kejahatan. Ketika terjadi persoalan maka akan saling berbagi, tidak mencari pelampiasan maupun pelarian ke luar rumah. Kedua, lingkungan Sekolah atau kampus.

Halaman
123
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved