Punya Skutik? Waspadai Komponen yang Gampang Rusak

Dadang, Service Advisor atau kepala mekanik Yamaha Persada Motor mengingatkan selain menikmati kemudahannya, perlu diperhatikan juga perawatannya.

Punya Skutik? Waspadai Komponen yang Gampang Rusak
kompas.com/Ghulam Muhammad Nayazri
Kanvas ganda skutik Yamaha yang mengalami gangguan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Penggunaan skutik yang mudah dan tidak merepotkan terlebih lagi di kondisi jalan padat seperti di kota-kota besar, membuat skutik menjadi kendaraan yang paling diminati.

Namun, Dadang, Service Advisor atau kepala mekanik Yamaha Persada Motor mengingatkan selain menikmati kemudahannya, perlu diperhatikan juga perawatannya. Ada komponen yang rawan rusak, sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin.

BACA JUGA: Ketimbang Starter Elektrik, Gunakan Engkol saat Hidupkan Motor Pagi Hari, Ini Penjelasannya

“Kebanyakan pengendara Skutik sudah merasa mudah, tanpa memperhatikan perawatan. Beberapa komponen yang rawan rusak itu bisa disebabkan karena perawatan dan juga cara berkendara yang kurang benar,” ujar Dadang kepada Otomania, Rabu (30/12/2015) seperti dilansir Kompas.com Senin (4/1/2016).

Dadang melanjutkan, komponen pertama yang rawan rusak yaitu kanvas ganda karena cara berkendara yang salah. Fungsi komponen ini sama seperti kanvas kopling pada sepeda motor bebek dan sport. Kanvas ganda bertugas menyalurkan tenaga dari mesin ke roda. Jika rusak maka berkendara menjadi tidak nyaman,

BACA JUGA: Begini Strategi Yamaha Rebut Kembali Gelar Pengausa Skutik

“Kalau mengendarai skuter matik, gas tidak boleh dihentak. Tetapi harus diurut perlahan-lahan. Kalau sepeda motor dalam posisi diam dan gas mendadak ditarik maka kanvas gandanya akan kena,” tutur Dadang.

Dadang menambahkan, itu merupakan komponen yang rawan rusak dari Skutik. Ciri-cirinya ketika sudah mulai rusak kanvas gandanya, yaitu Skutik bergetar ketika mulai akan bergerak dari posisi diam kemudian ke posisi jalan.

BACA JUGA: Yamaha MT-15 Lebih Mahal dari R15, Desember Ini Rilis di Thailand

“Memang budaya berkendara rem gas rem gas biasa di lakukan pada kondisi jalan Ibu Kota yang kerap macet. Namun setidaknya upaya kita untuk sedikit mengubah gaya tersebut, agar komponen-komponen sepeda motor menjadi lebih awet,” ujar Dadang.

Jika sudah merasakan ciri tersebut, sebaiknya langsung periksakan ke bengkel. “Normalnya memang setiap 6.000 km sekali untuk pemeriksaan kanvas ganda,” ucap Dadang. (Ghulam Muhammad Nayazri)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved