Muskot Ditunda, Penetapan Ketua Kadin Tunggu Selambat-lambatnya Tiga Bulan Lagi

Bahkan, belum sampai agenda pemilihan, muskot sudah harus molor sesaat setelah acara pembukaan selesai, Senin (4/1/2016).

tribunkaltim.co/anjas pratama
Rendy S Ismail, Ketua Kadin saat memberikan penjelasan terkait status peserta Muskot di Novotel Balikpapan, Selasa (5/1/2016) 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Muskot Kadin X yang diselenggarakan Senin hingga Selasa lalu (4-5/1/2016) diagendakan melahirkan pemimpin baru bagi Kamar Dagang dan Industri Balikpapan. Meskipun demikian, agenda tersebut terpaksa ditunda.

Bahkan, belum sampai agenda pemilihan, muskot sudah harus molor sesaat setelah acara pembukaan selesai, Senin (4/1/2016). Saat itu, agenda yang akan dibahas adalah pembahasan tata tertib. Tata tertib diagendakan sebagai dasar dalam pemilihan ketua Kadin yang baru.

"Di dalam pembahasan tata tertib ini juga nanti akan dibahas tata cara pemilihan yang disepakati oleh anggota, ujar Bachtiar, Ketua Panitia Muskot Kadin X Balikpapan, Rabu (6/1/2016).

BACA JUGA: Perizinan Harus Transparan

Molornya pembahasan tatib tersebut dikarenakan adanya perbedaan status peserta yang bisa masuk melakukan sidang Muskot, yakni peserta yang memiliki KTA-B, serta peserta yang memiliki bukti slip pembayaran keikutsertaan serta SIUP, tetapi belum memiliki KTA-B, karena masih dalam proses.

“Salah satu panitia verifikasi keanggotaan, yakni Ibrahim, menyatakan bahwa hanya dengan SIUP dan slip pembayaran kami sudah bisa mengikuti Muskot. Kemudian kami daftarkan. Selain itu, kami bayar, besarnya Rp 1,3 jutaan untuk perusahaan kecil, perusahaan besar, RP 4,2 juta, dan perusahaan besar Rp 8 juta. Uang itu untuk mendapatkan KTA. Setelah itu, saya tanyakan kepada panitia, jika KTA belum keluar usai kami bayar, bagaimana ? Ia menyatakan cukup hanya dengan slip pembayaran sudah bisa masuk,” kata Masdar, Direktur PT Rizki Pratama, yang juga anggota Kadin tersebut.

BACA JUGA: Ini Harapan Kadin kepada Pemimpin Baru di Kota Minyak

Perbedaan tersebut terus berlanjut hingga hari kedua Muskot, Selasa (5/1/2016). Akibatnya, panitia kemudian memverifikasi kembali peserta yang berhak memberikan hak suara mereka dalam pemilihan tersebut.

"Daftar perusahaan yang berhak memiliki suara kami terima dari Kadin Provinsi. Jumlahnya 567 perusahaan. Tetapi, yang hadir hari ini hanya 285 perusahaan. Sebanyak 285 perusahaaan ini juga akan kami verifikasi ulang untuk memastikan keanggotaanya,” kata Rendy S Ismail, Ketua Kadin Balikpapan.

BACA JUGA: Abdul Wahab Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Kadin PPU

Atas dasar itulah, Muskot kemudian diskor kembali untuk melakukan verifikasi 285 perusahaan yang hadir tersebut. “Dari hasil verifikasi ini, ada 7 perusahaan yang tak berhak mengikuti pemilihan dikarenakan beberapa kendala. Atas dasar tersebut, maka tim verifikasi merekomendasikan agar Muskot di tunda dulu pelaksanaannya. Hal in karena jumlah peserta tak sampai kuorum yakni ½ + 1 dari 567,” ujar Rendy S Ismail, Ketua Kadin Balikpapan, yang secara langsung membuat Muskot Kadin tersebut ditunda.

Tak sampainya kuorum tersebut membuat Muskot Kadin ditunda dengan batas waktu selambat-lambatnya 3 bulan. "Penundaan ini akan kami laporkan kepada Kadin Provinsi Kaltim. Ditundanya Muskot ini akibat tak memenuhi kuorum. Selain itu, di Muskot lanjutan nanti akan kami atur kembali tentang KTA yang juga sebagai syarat hak pilih. Jadi semua nanti harus memiliki KTA-B untuk bisa memilih. Adapun batas waktu pelaksanaan Muskot selambat-lambannya tiga bulan. Jika melebihi itu, maka Kadin Balikpapan akan dibekukan oleh Kadin Provinsi Kaltim,”ujar Rendy. (*)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved