Ditolak Perusahaan, Petani Jual TBS ke Malaysia

Mereka harus menjual TBS ke Malaysia, meskipun dengan harga yang jauh lebih murah.

Ditolak Perusahaan, Petani Jual TBS ke Malaysia
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Sudah dua bulan belakangan ini petani di Kecamatan Siemanggaris, Kabupaten Nunukan tidak bisa lagi menjual tanda buah segar (TBS) sawit ke pabrik crude palm oil (CPO) salah satu perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di sana.

Abdul Rasyid, salah seorang penampung kelapa sawit masyarakat mengatakan, sejak Nopember 2015, PT Nunukan Jaya Lestari (NJL) tidak lagi mau menerima TBS masyarakat.

“Alasannya minyaknya NJL tidak bagus. Jadi dia tombak sendiri dari kebunnya, dia campur sendiri minyaknya supaya bagus,” ujarnya, Minggu (10/1/2016).

Akibat sudah tidak bisa lagi menjual TBS kepada PT NJL, sempat sebulan masyarakat memilih tidak memanen buah sawitnya.

(Baca juga: Adu Kuat Lini Tengah, Nil Maizar Tak Pikirkan Cedera Sultan Samma)

Selama ini, dari PT NJL petani bisa mendapatkan harga hingga Rp1 juta per ton TBS. Sedangkan jika menjual ke Malaysia, mereka hanya mendapatkan harga Rp 600 ribu per ton TBS.

Mereka harus menjual TBS ke Malaysia, meskipun dengan harga yang jauh lebih murah.

“Sekarang masyarakat sudah mulai menombak, ada yang beli lalu dibawa ke Tawau,” katanya.

Sebagai penampung TBS masyarakat, Abdul Rasyid memfasilitasi hasil panen masyarakat untuk dijual ke Tawau, setiap ada permintaan.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved