Jumat, 10 April 2026

Saud Kaget Lihat Sopir Angkot Tewas Tengkurap Dalam Mobil

Saud melihat korban dengan posisi tengkurap

Penulis: Junisah |
ISTIMEWA
Anggota kepolisian Polres Tarakan sedang mengindentifikasi Suwarno yang tewas di dalam angkotnya, Rabu (13/1/2016) di pinggir jalan Kelurahan Lingkas Ujung di Jembatan Besi. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Warga geger dengan ditemukannya seorang supir angkot bernama Suwarno yang tewas di dalam mobil angkotnya yang terletak di pinggir jalan Kelurahan Lingkas Ujung tepatnya di Jembatan Besi, Rabu (13/1/2016).

Pria yang berusia 34 tahun tersebut ditemukan warga dalam posisi tengkurap dibawah kursi belakang mobil dengan kaki berada di atas kaca mobil.(baca juga: Mentok di Inspektorat, Polisi Minta BPKP Hitung Korupsi Dinkes )

Saud, salah satu pedagang kaki lima yang warungnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) mengira kalau korban sedang tidur. Namun ia curiga sampai siang angkot korban juga tidak jalan.

Dengan penuh kecurigaan, akhirnya Saud mencoba mendekati angkot korban dan melihat dari jendela. Saud melihat korban dengan posisi tengkurap .”Saya melihat kaki korban itu dari jendela. Saya melihat kok tidak bergerak akhirnya telepon polisi,” ujarnya. (baca juga: APBD Defisit, Seharusnya Tambahan Penghasilan Pegawai yang Dipangkas )

Saud mengaku, ia tidak terlalu dekat dengan korban, hanya saja korban salah satu pelangganya yang sering membeli minuman di warungnya.

Apalagi korban baru sepekan menjadi supir. Sebelumnya korban adalah karyawan di salah satu perusahaan kem.

“Keluar dari perusahaan, korban itu membeli angkot dari temannya dan akhirnya menjadi sopir angkot. Jadi baru seminggu ini menjadi sopir. Saya juga kurang tahu dimana korban tinggal, tapi korban ini sering beli minuman di tempat saya,” tuturnya. (baca juga: Tak Sekadar Kesehatan Balita, Kader Posyandu Bisa Hasilkan Karya Produktif )

Joko,salah satu sopir angkot mengaku, korban baru 20 hari lalu membeli angkot dan baru seminggu ini menjadi sopir angkot, karena sebelumnya karyawan di salah satu perusahaan kem. Selama menjadi sopir, korban sering mengeluh tentang penyakit yang diderita.

“Beberapa waktu lalu korban pernah cerita sama saya kalau punya penyakit gatal-gatal. Korban ini orangnya bagus saja dan mudah bergaul. Saya juga kaget waktu melihat banyak orang yang melihat angkot korban dan ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujarnya. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved