Jumat, 24 April 2026

Bodoh, Idiot, dan Badut, Itulah Komentar Debat Anggota Parlemen terhadap Donald Trump

Bodoh, idiot, seorang badut, begitulah komentar dari sebagian besar anggota parlemen yang duduk berjajar untuk menyerang Donald Trump

Penulis: tribunkaltim |
AFP
Aksi pidato Donald Trump dalam salah satu kampanyenya. 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Ayuk Fitri

TRIBUNKALTIM.CO - Bodoh, idiot, seorang badut, begitulah komentar dari sebagian besar anggota parlemen yang duduk berjajar untuk menyerang Donald Trump atas komentarnya terhadap kaum Muslim.

Hal itu terjadi dalam debat parlemen mengenai apakah ia harus dicekal dari Inggris.

Perdebatan dipicu oleh petisi publik yang telah menarik perhatian lebih dari 575.000 tanda tangan dari orang-orang yang menginginkan calon presiden dari Partai Republik disingkirkan dari Inggris.

Dikutip dari laman situs news.com.au karena "pidato kebencian" yang disampaikan Trump, berkomentar terhadap kaum Muslim dan Meksiko mendapat kecaman dari berbagai pihak di Inggris.

Sebagian besar puluhan anggota parlemen yang berbicara dalam debat selama tiga jam tidak setuju bahwa Trump harus dikeluarkan.

Mereka berpendapat bahwa Trump harus diizinkan untuk mengunjungi Inggris sehingga ide-idenya yang tidak bermutu keluar secara terbuka dan tertembak.

Hukum di Inggris, setiap petisi yang didukung oleh 100.000 orang, wajib ditanggapi dan mengonfirmasi alamat email tersebut agar dapat dipertimbangkan pada diskusi mendalam di parlemen.

Baca: JK Rowling Anggap Donald Trump Lebih Kejam dari Penyihir Paling Jahat Lord Voldemort

Perdebatan yang dilaksanakan di ruang kecil komite parlemen adalah murni simbolik. Pemerintah Inggris telah mengatakan tidak akan melarang Trump dan anggota parlemen bahkan tidak memberikan tanggapan serius terhadap masalah ini.

Tapi setidaknya dari perdebatan tersebut menghasilkan beberapa tanggapan bahasa yang beragam.

"Donald Trump adalah orang bodoh. Dia bebas untuk menjadi bodoh. Dia tidak bebas untuk menjadi orang bodoh yang berbahaya di partai kita," bantah Jack Dromey, seorang anggota parlemen senior oposisi Partai Buruh, yang menginginkan Trump dilarang.

Gavin Newlands dari Partai Nasional Skotlandia menyebut Trump "idiot" yang menunjukkan popularitas "Seberapa jauh Amerika saat Lincoln dan Roosevelt menjabat telah runtuh".

Alex Chalk dari Partai Konservatif berpendapat bahwa perilaku Trump adalah "sebuah lawakan" yang seharusnya ditanggapi dengan "reaksi ejekan klasik Inggris".

Sementara itu, lainnya Partai Konservatif, Victoria Atkins, terpaksa menggunakan bahasa slang untuk menyebutnya sebagai "sinting" dan "wazzock" (orang bodoh).

Anggota legislatif, Partai Buruh Paul Flynn memperingatkan akan salah jika memberikan Trump "ucapan halo sebagai korban" dengan melarang Trump dari Inggris.

Baca: Dubai Bekukan Semua Penjualan Produk Donald Trump

Flynn mengatakan pernyataan Trump telah menyebabkan "banyak sekali publik yang marah," tapi, "Saya pikir kita mungkin salah karena memberi terlalu banyak perhatian kepadanya."

Trump telah memicu kontroversi sengit beberapa bulan lalu ketika ia menyerukan "larangan bagi kaum Muslim memasuki Amerika Serikat sampai perwakilan negara dapat mengetahui apa yang sedang terjadi". Terhadap peristiwa serangan di California oleh pasangan Muslim radikal yang menewaskan 14 orang.

Trump juga melabel bahwa imigran Meksiko tukang pemerkosa dan pengedar narkoba.


AFP -- Debat anggota parlemen di Inggris yang menyerukan agar Donald Trump dilarang masuk ke Inggris.

Perdana Menteri David Cameron sebelumnya telah mengecam komentar Trump sebagai suatu yang "memecah belah, bodoh dan salah."

Jeremy Corbyn, pemimpin oposisi Partai Buruh , juga mengatakan Trump harus diizinkan untuk datang ke Inggris, dan menganjurkan untuk membawa Trump ke sebuah masjid di Corbyn, London.

Tonton juga: VIDEO -- Kesal, Bos Amazon pun Ingin Kirim Donald Trump ke Luar Angkasa

Pemerintah memiliki kekuatan untuk menolak masuk orang-orang dengan kasus pidana atau orang yang kehadirannya dianggap tidak "kondusif untuk kepentingan publik." (news.com.au/Ayuk Fitri)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video Youtube TribunKaltim

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved