Kontroversi Organisasi Gafatar

Saat Dokumen Gafatar Bawaannya Digeledah, Penumpang Kapal Pingsan

Dua penumpang KM Bukit Raya yang merapat di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalbar, ditangkap polisi, setelah dicurigai sebagai anggota Gafatar.

Saat Dokumen Gafatar Bawaannya Digeledah, Penumpang Kapal Pingsan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Ratusan pengungsi eks Gafatar asal Mempawah yang diangkut menggunakan iringan kendaran Kodam XII Tanjungpura, Polda Kalbar, Satpol PP, hingga bis angkutan pelajar menuju tempat pengungsian di Bekangdam XII/Tpr, Jl Adisucipto, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (19/1/2016) pukul 19.30 WIB. Arus pengungsian 664 warga ini terbagi dalam dua gelombang, pertama datang sejumlah 327 orang dari Moton Panjang dan sisanya 337 pada gelombang kedua dari Desa Pasir, Kabupaten Mempawah. 

Dari pemeriksaan petugas, dokumen yang sebagian besar berbahasa Jawa ini dicurigai bermaterikan Gafatar, di antaranya, sejumlah buku-buku tentang ketuhanan, kelistrikan dan kejawen. Selain itu ada primbon serta brosur tentang visi dan misi Gafatar.

BACA JUGA: Walikota ini Pernah Bertemu Langsung dengan Pengurus Gafatar

"Di Surabaya saya bekerja jualan pentol keliling. Ini saya mau bekerja di kebun sawit di Sintang. Nama teman saya yang di Sintang, Suhemi. Tujuannya saya adu nasib," kata SM.

Pria beranak tiga ini mengaku bergabung ke Gafatar pada 2006, namun akhirnya keluar pada 2011.

Ia beralasan, keluar dari Gafatar karena merasa ada yang menyimpang.

"Ini sebenarnya tersimpan lama di tas, pas berangkat terbawa, sudah lama ini. Saya dulu diajak teman saya yang bernama Arif, tapi semenjak dia meninggal saya sudah tidak bergabung lagi. Jadi buku ini hanya untuk dokumen," jelasnya.

SM mengaku tak begitu memahami ajaran Gafatar. Ia hanya tahu organisasi itu bergerak di kegiatan bakti sosial.

BACA JUGA: Modus Inilah Digunakan Gafatar Agar Diterima Warga

"Ya ngaji-ngaji Alquran begitu saja, tak ada janji-janji apa, hanya mengaji. Saya kurang paham itu, hanya senang baca-baca Alquran," terangnya.

Berubah-ubah

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved