Sejarah Kota Ini Dipamerkan Lewat 20 Poster Tempo Dulu

Pameran poster sejumlah sejarah di Kota Samarinda digelar di Plaza Mulia, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Kalimantan Timur.

Sejarah Kota Ini Dipamerkan Lewat 20 Poster Tempo Dulu
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO
Sejumlah pengunjung menyaksikan pameran poster di Plaza Mulia memeriahkan Samarinda On Festival,menyambut HUT 348 Kota Samarinda, Selasa (26/1/2016). Pameran Poster Samarinda Tempo Dulu menampilkan 20 poster dari Komunitas Samarinda Bahari. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pameran poster sejumlah sejarah di Kota Samarinda digelar di Plaza Mulia, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Kalimantan Timur.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Samarinda on Festival yang diselenggarakan Komunitas Samarinda Bahari (KSB), 1 -31 Januari memeriahkan HUT ke-346 Kota Samarinda dan HUT ke-56 Pemkot Samarinda, sekaligus HUT ke-59 Pemprov Kaltim.

Pemilik akun media sosial Facebook Komunitas Samarinda Bahari (KSB ) Muhammad Sarip, Selasa (26/1/2016) mengutarakan, 20 poster dibuat oleh tiga admin yakni Muhammad Sarip, Fajar Alam, dan Ellie Hasan.

''Pameran yang dipadu foto-foto dan informasi tulisan sangat penting demi Sejarah Samarinda yang riil dan obyektif. Pada 15 Januari kami juga sudah mengadakan diskusi talkshow membedah pameran poster Samarinda Bahari di Plaza Mulia,'' tuturnya.

Baca juga: HUT ke 59, Banyak Pencapaian dan PR Kaltim yang Belum Selesai

Sementara Fajar Alam, admin grup media sosial Samarinda Bahari mengungkapkan, sejarah Samarinda tidak dimulai pada saat kedatangan Daeng Mangkona bersama rombongan Bugis Wajo. Jauh sebelum itu, minimalnya pada abad ke-13 Masehi, telah eksis enam kampung di wilayah Samarinda.

“Pulau Atas, Sambutan, Karang Mumus, Karang Asam, Loa Bakung, dan Mangkupalas merupakan enam kampung yang disebutkan eksistensinya dalam buku De Kroniek van Koetai terbitan 1935," tuturnya.

Ia memaparkan, data kedatangan orang Banjar di Samarinda pun menurut beberapa referensi lebih dulu tiba daripada orang Bugis Wajo.

"Ulasan detailnya bisa dibaca pada buku yang ditulis oleh Muhammad Sarip, berjudul ‘Samarinda Bahari, Sejarah 7 Zaman Daerah Samarinda’, yang saya sendiri sebagai editornya” tutur Fajar.

Ia mengajak sejumlah kalangan untuk bergabung ke Komunitas Samarinda Bahari melalui media sosial.

“Warga Samarinda yang mempunyai kepedulian terhadap sejarah, mari bergabung bersama kami di grup Samarinda Bahari. KSB juga memprogramkan ekspedisi alam berkonsep wisata sejarah dan geologi dengan panduan naratif, bukan semata-mata petualangan fotografis. Kami sudah pernah melakukannya ketika kunjungan ke Kota Tua Loa Kulu dan penelitian terowongan di Teluk Lerong,” jelas Fajar Alam. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video Youtube TribunKaltim

Penulis: Nevrianto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved