Sabtu, 18 April 2026

Kontroversi Organisasi Gafatar

Nasib Warga Eks Gafatar setelah Dipulangkan, Belum Tahu Apa yang Dikerjakan di Kampung

Mereka masih bisa tersenyum sambil menyantap makanan yang disediakan Pemkab Kukar. Mengenakan masker hijau menggantung di dagunya.

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Seorang warga eks Gafatar kembali ke tenda setelah dilakukan pendataan petugas, Selasa (26/1/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tidak ada raut wajah sedih maupun penyesalan tersirat di wajah sejumlah warga bekas anggota Gafatar asal Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, saat ditemui di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur (26/1/2016).

Mereka masih bisa tersenyum sambil menyantap makanan yang disediakan Pemkab Kukar. Mengenakan masker hijau menggantung di dagunya, mereka terlihat tenang saat diwawancarai wartawan.

Mereka pun bersorak gembira saat sebagian wajah mereka muncul di televisi yang terletak di dinding ruang tunggu Pelabuhan Semayang. Tadi malam sekitar 322 orang bekas anggota Gafatar meninggalkan Balikpapan menuju Makassar menggunakan Kapal Motor Bukit Siguntang.

"Untuk apa bersedih, orang kita tidak salah kok," ujar Bakri (45), bekas anggota Gafatar saat ditemui Tribunkaltim.co.

Pria yang mengaku baru sebulan tinggal di Samboja ini mengaku menerima lapang dada keputusan Pemkab Kukar yang memulangkan dirinya bersama puluhan warga eks Gafatar lainnya.

Baca: KM Siguntang, Kapal Penumpang Pertama di Indonesia yang Mengangkut Eks Gafatar

"Kami ambil hikmahnya saja. Yang jelas tidak ada alasan kami menyesal dan bersedih. Kami tidak bersalah dan juga tidak mengganggu warga lain. Masyarakat di sana baik, buktinya kami diberi lahan," tuturnya.

Bakri hanya bingung setelah sampai di Sulawesi Selatan apa yang harus mereka perbuat. Terkait aset yang tertinggal di Samboja, katanya akan diurus pemda sementara.

"Jujur kami semua tidak tahu apa yang akan kami lakukan setelah tiba di sana (Makassar) ," kata mantan anggota Gafatar Sulsel ini.

Sementara, Rutiyah (80), anggota Gafatar lainnya terduduk lemas di bangku tunggu. Ia mengaku sakit di bagian perutnya dan sesak dadanya. "Tadi sudah dikasih makan. Insya Allah masih kuat untuk berlayar," ujarnya sambil menyeka bibir.

Ketika ditanya terkait masker hijau yang sebagian besar warga bekas Gafatar kepada seorang pemuda, Irwansyah (27) mengaku diberikan pihak kepolisian sesaat sebelum menaiki bus.

Baca: Untuk Sangu Pulang, Eks Gafatar Lelang Barang Kebutuhan Rumah Tangga

Katanya, untuk kepentingan kesehatan. Banyak di antara mereka terjangkit flu.

"Makanya diberi masker, agar tidak saling menulari," imbuhnya.

Senada, Fitriyah (16) yang ikut orangtua untuk bertani di Samboja mengatakan masker digunakan untuk menjaga kesehatan.

"Di Sulsel tidak ada pekerjaan, makanya kemari ikut orangtua bertani. Kaget mas dengan pemulangan ini, tapi mau bagaimana lagi," katanya. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved