Berita Video

VIDEO – Eks Warga Gafatar Tetap Ceria Saat di Pulangkan Ke Kampung Halaman

Tidak ada raut wajah penyesalan dari sejumlah Eks Gafatar asal Kutai Kartanegara saat dijumpai di ruang tunggu Pelabuhan Semayang

Tribunkaltim/Fachri Ramadhani
Polwan cantik menggendong bayi eks warga Gafatar yang akan dipulangkan ke kampung asalnya melalui pelabuhan Semayang Balikpapan 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Enam Bus pemerintah Kutai Kartanegara mengangkut 232 Eks Gafatar yang berasal dari Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kukar, tiba di Pelabuhan Semayang Balikpapan pada 06.53 wita,Selasa (26/1/2016).

Para warga tersebut akan dipulangkan ke Sulawesi Selatan menggunakan KM. Bukit Siguntang yang dijadwalkan berangkat pada 22.00 Wita. Mereka tampak menggunakan masker hijau saat turun dari bus, lalu menuju ruang tunggu dalam pelabuhan Semayang Balikpapan.

Tidak ada raut wajah penyesalan dari sejumlah Eks Gafatar asal Kutai Kartanegara saat dijumpai di ruang tunggu Pelabuhan Semayang (26/1/2015).

Mereka masih bisa tersenyum dengan sanak keluarga, sambil menyantap makanan yang disediakan Pemda Kukar dengan masker hijau masih menggantung di dagu.

Mereka tampak tenang dengan sejumlah kilatan blitz para pewarta. Hingga bersorak gembira saat pemberitaan terkait mereka muncul di televisi, yang terletak di dinding ruang tunggu Pelabuhan Semayang.

"Untuk apa bersedih, orang kita tidak salah kok," ujar Bakri (45) mantan Anggota Gafatar asal Kukar saat ditemui Tribun Kaltim di Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Simak juga berita lainnya:

VIDEO – Beginilah Bila Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lakukan Sidak

VIDEO – Terdengar Suara Gemuruh dan Bunyi Retakan Tanah, Ternyata Longsor

Kisah Pilu Gadis Remaja Umur 15 tahun seperti Nenek Renta Berusia 90 tahun

Menurut Bakri yang mengaku baru sebulan di Samboja, menerima lapang dada keputusan pemerintah Kukar terkait pemulangan dirinya bersama warga Eks Gafatar lainnya.

"Kita ambil hikmahnya saja, mas. Yang jelas tidak ada alasan kami untuk menyesal dan bersedih, kami tidak bersalah juga tidak menggangu warga lain. Masyarakat di sana baik, buktinya kami diberi lahan," tuturnya.

Namun, dirinya masih bingung setelah sampai di Sulawesi Selatan apa yang harus mereka perbuat.

Terkait aset yang tertinggal di Samboja, katanya akan diurus Pemda sementara. "Jujur.kami semua tidak tahu apa yang akan kami lakukan setelah tiba disana," kata Bakri mantan Anggota Gafatar Sulsel kepada Tribun.

***

facebook      youtube            tweeter

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved