Proyek Jembatan Tol, Awang Sebut Belum Ada Bagi-bagi Saham di Konsorsium
“Jadi kita akan punya jembatan tol, mohon dukungan seluruh rakyat,” harap Awang.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Biaya yang diperlukan membangun Jembatan Tol Balikpapan-PPU diperkirakan mencapai Rp 6 triliun.
Kementrian Perhubungan (Kemenhub) pun sudah memberikan restu untuk tinggi bebas jembatan yakni 50 meter, seperti yang diinginkan Pemprov Kaltim.
Mulanya, Kemenhub meminta tinggi bebas jembatan tersebut 60 meter dengan alasan ketinggian kapal yang akan melintas di bawahnya.
“Jadi kita akan punya jembatan tol, mohon dukungan seluruh rakyat,” harap Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak.
(Simak juga: Foto-foto Menyedihkan dan Memprihatinkan Hotel Atlet Sempaja Eks PON)
Soal persentase keterlibatan di pembangunan Jembatan, dalam konsorsium , kata Awang, belum dibagi.
Awang meminta, pembagian porsi saham ini dibicarakan secara B to B (Bisnis to Bisnis).
“Kan ada pak Yusran (Bupati PPU), tapi jelas PT Waskita yang prioritas karena dia pemrakarsa jembatan tol ini yang ditunjuk Kementerian PU. Yang penting daerah ikut berapapun besarnya. Khusus Pemprov, saya tidak ikut campur, saya serahkan ke Perusda saja,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/awang-faroek-lihat-denah-proyek_20151105_113250.jpg)