Kontroversi Organisasi Gafatar

Bongkar Rumah Eks Gafatar, Warga Temukan Buku Strategi Perang

Warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah meninggalkan kota tepian.

Bongkar Rumah Eks Gafatar, Warga Temukan Buku Strategi Perang
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Warga menemukan buku seni strategi perang saat membongkar rumah eks Gafatar di Samarinda, Minggu (31/1/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah meninggalkan kota tepian.

Warga sekitar pun berinisiatif untuk membongkar bangunan tempat tinggal warga yang mengikuti organisasi terlarang itu.

Saat melakukan pembongkaran pada Jumat (29/1/2016) lalu, warga dikejutkan dengan penemuan sebuah buku berjudul 'Seni Strategi' yang isinya terdapat pedoman negosiasi dan strategi, serta aplikasi klasik seni berperang.

Imron (36), warga yang menemukan buku pedoman perang itu menjelaskan, dirinya mendapatkan buku tersebut di bangunan yang ditinggali oleh warga eks Gafatar dari kelompok Maluku.

"Saya dapat buku ini dari bangunan yang ditinggali kelompok Maluku, saya temukan di salah satu kamar," ucapnya.

Baca: Polisi Pastikan Warga Kota Tepian Tak Terpengaruh Ajaran Gafatar

Dia menjelaskan, dalam buku tersebut terdapat ulasan mengenai tata cara menghitung lawan dan strategi untuk berperang.

Kendati menemukan buku yang mencurigakan tersebut, namun dirinya enggan untuk mengaitkan warga eks Gafatar itu terlibat dalam terorisme maupun dugaan membuat negara baru.

"Isinya seputar strategi perang, saya hanya membongkar saja. Saya tidak tahu buku ini milik siapa, tapi yang jelas saya dapat di permukiman ini," tambahnya.

Dari pengamatan yang ada, buku tersebut hanya berbentuk fotokopian tanpa sampul, dan buku tersebut dikarang oleh RL Wing.

Dikonfirmasi mengenai temuan warga tersebut, Dandim 0901/Samarinda, Letkol Inf Sriyono mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini belum mendapat laporan mengenai temuan buku tersebut.

"Belum ada laporan dari pemkot maupun warga yang temukan," ucapnya ketika dihubungi via telepon genggam, Sabtu (30/1/2016).

Dia menambahkan, warga eks Gafatar di Samarinda hanya melakukan aktivitas pertanian saja, dan belum ada indikasi terkait dengan terorisme maupun gerakan yang pemberotakan terhadap negara.

"Belum ada indikasi ke arah terorisme, buku itu kan banyak dijual di toko buku, siapa saja bisa memiliki buku itu, jadi kami belum bisa berikan keterangan lebih lanjut terkait dengan temuan buku itu," tambahnya. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved