Kontroversi Organisasi Gafatar
Stok Beras Pengungsi Eks Gafatar Kian Menipis
“Kami sekarang lagi mencari donatur. Ke pemerintah maupun pihak masyarakat umum,” katanya.
Penulis: Budi Susilo |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Persediaan bahan makanan berupa beras di tempat pengungsian para bekas pengikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) wilayah Bulungan mulai menipis.
Demikian diungkapkan Koordinator Dapur Umum Lapangan Tagana Bulungan, Rina Lesmana, saat bersua dengan Tribun di dapur umum tenda pengungsian Balai Diklat Bulungan, Jalan Agatis, Tanjung Selor, Minggu (31/1/2016).
“Kami sedang mengusulkan ke pemerintah supaya ada tambahan bantuan beras. Pengungsi mengonsumsi nasi per harinya rata-rata menghabiskan sampai 45 kilogram,” ujar wanita kelahiran Tanjung Palas ini.
Sebenarnya, pasokan beras sampai sekarang ini, berjumlah 100 kilogram. Namun ketersediaan ini tidak akan bisa bertahan sampai lama, kecuali ada datang tambahan beras baru.
“Kami sekarang lagi mencari donatur. Ke pemerintah maupun pihak masyarakat umum,” katanya.
(Simak juga: VIDEO- Kini Muncul Manusia Akar dari Bangladesh, setelah Dede Koswara Meninggal Dunia)
Rina menginginkan, beras yang tersedia mesti melimpah untuk menjaga situasi hari ke depan.
Mengingat, nasib para pengungsi belum ada kejelasan akan berakhir sampai kapan.
“Masih bingung, bagaimana untuk menyelesaikannya. Dipulangkan atau bagaimana. Belum ada info untuk pergi dari pengungsian ini,” kata wanita yang juga menjadi dosen di Universitas Kaltara ini.
Dia berharap, bagi siapa saja yang terpanggil untuk berpartisipasi, ikut bersumbangsih dalam memenuhi kebutuhan logistik beras. Tagana siap menerimanya dan memberikannya kembali kepada para pengungsi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dapur-pengungsian_20160131_231424.jpg)
