Detik-detik Menegangkan Risky Menembak Kepala Buaya di Belakang Eks Diskotik

Risky dengan cekatan membidik otak kepala buaya. Tembakan pertama buaya tersebut masih bergerak. Melihat kondisi ini, Risky kembali mengeluarkan

Detik-detik Menegangkan Risky Menembak Kepala Buaya di Belakang Eks Diskotik - buaya-pemangsa-samma_20160201_224926.jpg
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Inilah wujud buaya yang memangsa Samma dan diamankan di Kantor Polres Tarakan, Senin (1/2/2016).
Detik-detik Menegangkan Risky Menembak Kepala Buaya di Belakang Eks Diskotik - warga-berkerumun-mau-lihat-buaya_20160201_230047.jpg
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Warga Tarakanberkerumun di pintu masuk Kantor Polres Tarakan, Senin (1/2) pukul 19.30 Wita. Mereka ingin mengetahui wujud buaya yang menggigit Samma hingga meninggal dunia.
Detik-detik Menegangkan Risky Menembak Kepala Buaya di Belakang Eks Diskotik - buaya-pemangsa-samma_20160201_215603.jpg
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Inilah Buaya yang berhasil ditangkap warga setelah mengigit Samma (42). Akhirnya Samma meninggal dunia. Buaya ini diamankan di Kantor Polres Tarakan, Senin (1/2/2016) malam.

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Buaya sepanjang lima meter dengan berat sekitar 150 kilogram, pada pukul 00.30 wita, Selasa (2/2/2016) dini hari, akhirnya mati, setelah ditembak sebanyak dua kali tepat di otak kepala buaya yang memangsa penjaga tambak bernama Samma.

Buaya ditembak di tanah lapang yang berada di belakang eks diskotik Nirwana Jalan Mulawarman. Penembakan dilakukan Kabag Ops Polres Tarakan Kompol Risky Fara Shandy dengan menggunakan senapan.

baca juga

Risky dengan cekatan membidik otak kepala buaya. Tembakan pertama buaya tersebut masih bergerak. Melihat kondisi ini, Risky kembali mengeluarkan tembakan kedua.

Pada tembakan kedua inilah, buaya liar yang membuat geger masyarakat Tarakan itu benar-benar sudah tidak bergerak lagi. Setelah memastikan buaya itu tidak bergerak lagi, akhirnya buaya dikubur dengan posisi terbalik.

baca juga

Kapolres Tarakan AKBP Dani Hamdani melalui Kabag Ops Polres Tarakan Kompol Risky Fara Shandy mengungkapkan, pihaknya memutuskan untuk menembak buaya itu, setelah berkoordinasi dengan pihak penangkaran buaya di Tarakan. Pasalnya penangkaran buaya tidak mau memelihara buaya liar, apalagi membunuh manusia.

"Oleh karena itu kita putuskan untuk ditembak. Namun sebelum ditembak, kami juga menanyakan kepada pihak keluarga, apakah buaya itu mau dibelah atau tidak. Tapi menurut keluarga tidak ada organ tubuh yang dimakan hanya sebagian si perut dan menyerahkan kepada kami dan akhirnya kami tembak karena buaya ini sangat liar," ungkap Risky.

baca juga

Halaman
12
Penulis: Junisah
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved