Kebakaran Lahan
Pangdam Ajari Perusahaan Membuat Embung Waspadai Kebakaran Lahan
Akhirnya, menggunakan ekskavator tanah digali hingga keluar air untuk melakukan pemadaman.
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Ahmad Sidik
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan Selatan masih menyisakan cerita. Di hadapan para wakil perusahaan perkebunan di ruang rapat Mapolda Kaltim, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra P menceritakan pengalamannya dalam memadamkan api beberapa waktu lalu.
Pengeringan lahan gambut untuk perkebunan membuat hutan mudah terbakar. Jika lahan gambut sudah terbakar maka tim pemadam dari TNI kesulitan menghentikan api yang terus menjalar.
Jenderal Bintang Dua ini mengatakan saat ia berada di lokasi kebakaran diantara api dan alat berat memasuki titik api.
baca juga
Kodim Siagakan 300 Personel untuk Padamkan Api
“Kami berjalan diantara api karena pada saat itu situasi kebakaran sudah cukup parah,” kata Benny.
Prajurit harus memotong sedikitnya 20 pohon kelapa untuk digunakan sebagai alas bagi buldoser yang digunakan ke lokasi kebakaran.
Benny menggambarkan api sudah cukup meluas, sementara air yang digunakan untuk melakukan pemadaman tidak ada. Akhirnya, menggunakan ekskavator tanah digali hingga keluar air untuk melakukan pemadaman.
baca juga
KY Belum Terima Laporan Terkait Hakim Pembebas Korporat Pembakar Hutan
“Saat itu tidak ada air, api sudah membesar, kami akhirnya menggali tanah hingga mata air keluar dari dalam tanah dan bisa untuk memadamkan api,” ujarnya.
Prajurit menggunakan ransel punggung pemadam kebakaran menyemprotkan air ke bara api yang masih menyala. Kerja keras anggota TNI akhirnya berhasil memadamkan api di beberapa titik lokasi kebakaran di Kalimantan Selatan.
Rabu (3/2/2016) ratusan personel TNI dikerahkan untuk mengatasi kebakaran lahan di Kutai Timur. Para personel TNI dari beberapa satuan dikerahkan untuk memadamkan api.
Benny menggambarkan bagaimana teknik pemadaman api yang bisa dilakukan di Kutai Timur. Titik api yang dekat dengan sungai memungkinkan pemadam untuk bergerak mengambil air dari sungai.
baca juga
FOTO – Aksi Relawan Memadamkan Api di Hutan Lindung
Pangdam meminta kepada para perwakilan perusahaan perkebunan untuk membuat embung (cekungan penampung air) di beberapa tempat yang dekat dengan area kebakaran. Secara terperinci,Benny menggambarkan lokasi area perusahaan mulai dari lahan yang terbakar, sungai, rencana lokasi pembuatan beberapa embung beserta kanal-kanal penghubung embung.
"Setiap perusahaan sawit maupun HTI (Hutan Tanaman Industri) wajib memiliki embung di dekat area lahan yang digarap maupun area yang belum dibuka. Hal ini merupakan upaya antisipasi bila sewaktu waktu terjadi kebakaran," ujarnya.
baca juga
Kebakaran Hutan Menyebabkan Kabel Telkomsel Terbakar
Dalam waktu dekat, Benny bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin akan meninjau kembali lokasi kebakaran di area perusahaan perkebunan di daerah Kalimantan Timur.
"Mumpung ini masih belum sebesar di Kalimantan Selatan. Kita harus bergerak cepat memadamkan api terutama di lahan gambut," ujar Benny menambahkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/balikpapan_benny-gambar-embung_20160205_110126.jpg)
