Pengamat Ungkapkan Pengurus Golkar Kaltim Pimpinan Plt Ahmad Mus Harus Legowo
Sebelumnya, kubu Golkar hasil Munas Bali (Aburizal Bakrie) menunjuk Plt Ahmad Mus dan sekretaris Pak Sofyan Hasdam.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dualisme pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Kaltim, masih menunggu keputusan rapat konsolidasi pengurus DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Riau.
Hingga kini, belum ada keputusan dari hasil rapat tersebut, terkait adanya konflik dualisme pengurus antara Pelaksana Tugas (Plt) Ahmad Hidayat Mus dan Mukmin Faisyal.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Mulawarman, Samarinda, Jauchar Bahtiar mengatakan, dualisme kepengurusan Golkar Kaltim ini sekarang sedang dalam proses islah (damai).
Sebelumnya, kubu Golkar hasil Munas Bali (Aburizal Bakrie) menunjuk Plt Ahmad Mus dan sekretaris Pak Sofyan Hasdam.
"Mereka menggantikan kepengurusan Pak Mukmin Faisyal. Sekarang pengurus Golkar dikembalikan ke pengurus Munas Riau. Dengan dikembalikan hasil Munas Riau, kubu Plt legowo menyerahkan ke kepengurusan Munas Riau," kata Jauchar, kepada Tribunkaltim.co, di Samarinda, Jumat (5/2/2016).
Baca: Tidak Ada Keputusan, Musda Golkar Kaltim Tetap Dilaksanakan
Sambil menunggu proses administrasi, lanjut dia, jika para kader Partai Golkar ingin partainya tetap diperhitungkan sebagai partai besar dan memiliki basis akar massa, segera kembali bersatu.
"Karena konflik dualisme ini, juga ada muatan kepentingan Pilgub. Kalau sampai terpecah dan ada dualisme pengurus, maka otomatis basis massa Golkar terancam pecah, karena konflik dualisme," bebernya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jauchar-barlian_20160205_162843.jpg)
