Trans Studio Samarinda
Ribut-ribut Trans Studio, Gubernur Diminta Urus Tepian Mahakam
Jika dikatakan untuk kepentingan masyarakat, wahana hiburan Trans Studio, menurut Khairuddin, kurang tepat.
Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak disarankan mengelola Tepian Mahakam, hingga menjadi wahana hiburan berkualitas untuk seluruh lapisan masyarakat.
Hal ini diungkapkan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim, Khairuddin, mengomentari polemik rencana pembangunan Trans Studio, antara Gubernur dan DPRD Kaltim.
"Urus Tepian Mahakam saja. Biar tidak lampion-lampion saja. Pasti tidak ada yang menentang," tegas Khairuddin, Kamis (11/2/2016).
Jika dikatakan untuk kepentingan masyarakat, wahana hiburan Trans Studio, menurut Khairuddin, kurang tepat.
(Baca juga: Dahri Setuju Laporan Dugaan Gratifikasi Tetap Diproses Polda)
"Secara investasi benar. Tapi, coba saja tengok di Bandung dan Makasar. Yang bisa masuk Trans Studio itukan hanya orang berduit. Tanya saja orang Makasar dan Bandung, tidak semua dari mereka yang sudah masuk ke Trans Studio," ungkap Khairuddin.
Sementara, Wakil Ketua Bidang Kehumasan, KNPI Kaltim, Parawansa Assoniwora, mengatakan, KNPI justru melihat keanehan dari perseteruan Gubernur dan DPRD.
Ancah, sapaan Parawansa menilai ada sesuatu dibalik konflik ini.
"Karena Gubernur yang sebegitu ngototnya agar itu Trans dengan lahan di eks hotel Lamin bisa disetujui, sementara DPRD terus mengulur-ulurnya. Kami pikir rakyat awam saja paham, terjadi keanehan itu. Nah ditambah lagi, Gubernur yang awalnya ngotot tak kenal kompromi, eh tiba-tiba berubah bersikap melunak, kan jadi aneh namanya itu. Makanya KNPI minta, pejabat itu lebih mengedepankan kepentingan rakyat dong, jangan bersiteru tak produktif itu," ujar Ancah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/khairuddin_20160211_170438.jpg)