Valentine

Jangan Kotori Valentine, Sebab Asal Mulanya Penuh Pengorbanan Bukan Hura-hura

Setiap manusia berhak memperoleh kasih sayang, yang bersumber dari Allah, yaitu Kasih Agape. Perayaan Valentine lebih bermakna syukur, jangan dikotori

Hand-Over
Jane Shiane, ibu rumah tangga peduli generasi muda, tinggal di Balikpapan. 

Pada tahun 496 M, Paus Gelasius I turut ambil bagian dalam mewujudkan semangat kasih sayang tersebut dan menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang, bertepatan dengan hari wafatya Santo Valentine.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969. Penghapusan ini sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal muasalnya tidak bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda.

Realita

Setiap manusia berhak memperoleh sebuah kasih sayang, yang bersumber dari Allah sendiri, yaitu Kasih Agape. Rahmat Kasih Agape ini ditanggapi manusia secara aktif dan diimplementasikan dalam tindakan positif yaitu demi terwujudnya kedamaian dan kerukunan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Jika Tak Punya Pasangan di Hari Valentine, ABG Ini Ancam Bakal Bunuh Diri

Perayaan Valentine saat ini lebih bermakna Syukur. Ungkapan syukur kepada Allah Yang Maha Kasih ini sepatutnya diwujudkan dalam bentuk perhatian khusus di dalam keluarga, kepada sahabat, tetangga, siapa pun juga tanpa membedakan suku, ras dan agama.

Namun kenyataannya banyak kalangan yang keliru menafsirkan makna Cinta Kasih yang luhur ini dengan sesuatu yang negatif, misalnya pergaulan seks bebas, dan lain lain yang tidak sesuai dengan moral etika bangsa Indonesia yang Pancasilais.

Ajakan

BACA JUGA:  NGO Ini Sebut Valentine Berpotensi Lahirkan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan
Marilah kita memaknai Hari Kasih Sayang ini sesuai tradisi, budaya dan kearifan lokal bangsa kita sendiri, dengan cara menyatakan kasih sayang dalam bentuk perhatian kepada keluarga, terhadap orangtua, anak, saudara, pasangan suami-isti, guru, kaum lanjut usia, memberikan perhatian pada panti asuhan, panti jompo, kurban bencana alam dan lain-lain.

Akan lebih indah bila tindakan tersebut dilakukan setiap saat, selama kita masih diberikan anugerah kehidupan oleh Sang Pencipta. Semoga. (*)

**

Baca berita selengkapnya, eksklusif, terkini, unik dan menarik di Harian Tribun Kaltim
Seru, berinteraksi dengan 75 Ribu netizen? Like fan page  fb TribunKaltim.co, Follow  twitter@tribunkaltim dan tonton Video YoutubeTribunKaltim
Editor: Domu D.Ambarita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved