Kesehatan

Terungkap, Kandungan Gula di Segelas Kopi Starbucks Lebih Tinggi Dibanding Soft Drink!

Sebuah kelompok membuat kampanye mengenai aksi gula menyatakan, terdapat kandungan kadar gula tinggi yang 'berbahaya' di dalam beberapa jenis minuman.

Terungkap, Kandungan Gula di Segelas Kopi Starbucks Lebih Tinggi Dibanding Soft Drink!
DAILYMAIL.CO.UK
Dua jenis kopi di Starbucks yang memiliki kandungan gula sangat tinggi, White Chocolate Mocha with Whipped Cream (kiri) dan Costa Coffee s Chai Latte Massimo (kanan). 

TRIBUNKALTIM.CO - Fakta mengejutkan terungkap dari minuman populer Starbucks. Di dalam segelas kopi ternyata mengandung 25 sendok teh gula.

Sebuah kelompok membuat kampanye mengenai aksi gula menyatakan, terdapat kandungan kadar gula tinggi yang 'berbahaya' di dalam beberapa jenis minuman yang dijual Starbucks.

Kelompok ini telah menganalisa 131 jenis minuman panas dan menemukan sekitar 98 persen minuman yang sudah di uji laboratorium mengandung nilai nutrisi berbahaya karena kandungan kadar gula yang sangat tinggi, demikian dikutip TRIBUNKALTIM melalui situs DailyMail.

Ada tiga jenis minuman yang dijual memiliki kandungan gula yang sama dan bahkan lebih banyak daripada Coca Cola.

Coca Cola mengandung 9 sendok teh gula setiap kalengnya, keterangan ini berdasarkan juru bicara kelompok aksi ini.

Minuman yang mengandung gula tinggi seperti kopi rasa mocha dan latte, minuman rasa buah-buahan dan cokelat panas yang dijual tersebar di seluruh kedai minuman Starbucks seperti di London, Costa Coffe, dan Starbucks.

Baca: Wanita ini Menemukan Tikus Mati Setelah Meminum Kopi di Starbucks

Kandungan kadar gula tertinggi ditemukan pada Starbucks venti grape with chai dan orange and cinnamon hot mulled fruit setelah diteliti mengandung 25 sendok teh per gelas.

Minuman rasa mocha di KFC dan minuman cokelat panas di Starbucks keduanya memiliki kandungan gula sebanyak 15 sendok teh.

Profesor Graham MacGregor selaku ketua aksi gula, mengatakan: "Ini merupakan contoh lain dari sejumlah skandal gula berlebihan yang ditambahkan ke dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi secara massal."

David Cameron memiliki semua bukti tersebut dan akan membuat perubahan di Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menghentikan obesitas dan epidemik diabetes tipe 2.

Kwather Hashem selaku peneliti di aksi gula mengatakan, "Kedai kopi harus segera mengurangi jumlah kadar gula pada minuman yang disajikan dan membuktikan kebenaran melalui label nutrisi yang tertera serta menghentikan penjualan minuman dengan ukuran yang sangat besar. Minuman ini tidak akan berbahaya asalkan tidak dikonsumsi setiap hari."

Setelah mendapatkan berbagai macam keluhan, juru bicara Starbucks mengatakan:"Awal tahun ini kami berkomitmen untuk mengurangi kandungan kadar gula dalam produk minuman yang kami jual sebesar 25 persen hingga target di tahun 2020." (*)

***
Baca berita selengkapnya, eksklusif, terkini, unik dan menarik di Harian Tribun Kaltim
Seru, berinteraksi dengan 75 ribu netizen? Like fan page  fb TribunKaltim.co, Follow  twitter@tribunkaltim dan tonton Video YoutubeTribunKaltim
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved