Gadget

Super Murah Telepon Genggam ini Hanya Dibanderol Rp 98 ribu

Telepon pintar produksi India itu hanya dijual dengan harga yang mengejutkan, yaitu 500 rupee atau sekitar Rp 98.000 saja.

Super Murah Telepon Genggam ini Hanya Dibanderol Rp 98 ribu
net
Ilustrasi Beberapa Telepon Genggam Yang Ada di Pasaran 

TRIBUNKALTIM.CO - Perusahaan telepon genggam India, Ringing Bells, segera merilis telepon pintar paling murah di negeri itu.

Telepon pintar produksi India itu hanya dijual dengan harga yang mengejutkan, yaitu 500 rupee atau sekitar Rp 98.000 saja.

Produksi telepon pintar murah ini sejalan dengan visi Pemerintah India pimpinan PM Narendra Modi untuk memberdayakan semua warga India dalam meningkatkan perekonomian negeri itu.

baca juga : Wah, Ponsel Pintar Android Dipilih Dua Agen X-Files untuk Operasionalnya

Telepon pintar murah itu sudah diluncurkan pada Rabu (17/2/2016) oleh Menteri Pertahanan Manohar Parrikkar.

Smartphone murah yang dinamai Freedom 251 ini diyakini bisa merebut pasar India sebab saat ini harga rata-rata telepon genggam di India adalah Rp 300.000.

Tahun lalu, perusahaan India lainnya, DataWind, bekerja sama dengan Reliance Communication, berencana meluncurkan telepon pintar termurah dengan harga 999 rupee atau di bawah Rp 200.000, tetapi rencana ini belum terwujud.

Ringing Bells, yang baru berdiri tahun lalu, sudah meluncurkan sebuah telepon pintar 4G termurah dengan harga 2.999 rupee. Perusahaan ini juga sudah meluncurkan dua jenis telepon lainnya ke pasaran.

India, salah satu pasar telepon pintar dengan pertumbuhan terpesat di dunia, berambisi mengambil alih posisi AS sebagai pasar telepon pintar kedua terbesar di dunia dalam beberapa tahun mendatang.

baca juga : Pehobi Selfie, Nih Kamera Baru yang Lebih Canggih Ketimbang Tongsis

Dalam beberapa bulan terakhir, pabrikan telepon pintar internasional, seperti Xiaomi, Motorola, dan Gionee sudah merakit produk mereka di India.

Hal ini sesuai dengan program Pemerintah India yang mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri lewat inisiatif "Buatlah di India". (*)

***
Baca berita selengkapnya, eksklusif, terkini, unik dan menarik di Harian Tribun Kaltim
Seru, berinteraksi dengan 75 ribu netizen? Like fan page  fb TribunKaltim.co, Follow  twitter@tribunkaltim dan tonton Video YoutubeTribunKaltim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved