Lewat Buku Mitos vs Fakta, Tungkot Sipayung Perangi Kampanye Negatif Industri Sawit

Sejak 15 tahun terakhir kampanye ini semakin membesar, yang awalnya hanya berkisar isu gizi kini sudah menyangkut aspek sosial, ekonomi

Lewat Buku Mitos vs Fakta, Tungkot Sipayung Perangi Kampanye Negatif Industri Sawit
TRIBUNKALTIM.CO/GILBERTUS ROSOK
Tungkot Sipayung berdiri di atas podium memaparkan materi mengenai isi bukunya Mitos vs Fakta, dalam acara bedah buku yang digelar GAPKI di Universitas Mulawarman, Kamis (18/2/2016). 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Gilbertus Rosok

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -- Tungkot Sipayung, penulis buku Mitos vs Fakta yang membahas hal-hal mengenai industri minyak sawit di Indonesia, ternyata bermaksud memerangi kampanye negatif untuk menjatuhkan perindustrian minyak sawit di Indonesia.

"Latar belakang saya? Saya harap buku ini bisa jadi ajang advokasi untuk memerangi kampanye negatif," ujar Tungkot yang dihubungi TribunKaltim.co, Jumat (19/2/2016).

Sebelumnya Tungkot sudah ikut ambil bagian dalam acara bedah buku Mitos vs Fakta yang digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan telah menerangkan menenai manfaat buku ini.

Menurut Tungkot, kampanye negatif ini sudah berlangsung sekitar tahun 1980-an. Hal ini menurutnya merupakan bentuk kekhawatiran produsen minyak kedelai yang bisa kalah bersaing dengan minyak sawit.

BACA JUGA: Berkebun Sawit, Penghasilan Warga Meningkat Tajam

Sejak 15 tahun terakhir kampanye ini semakin membesar, yang awalnya hanya berkisar isu gizi kini sudah menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan terutama yang bisa menarik perhatian masyarakat global.

Menurut Tungkot, hal ini perlu dihentikan dengan melihat fakta yang ada di lapangan. Pasalnya, menurut Tungkot, kelapa sawit bisa menjadi sangat berguna dan bisa dikonversikan menjadi beberapa hal yang memiliki nilai jual.

Menjadi bahan baku biodiesel, bahan baku pembuatan alkohol, minyak goreng dan margarin menjadi beberapa hal yang bisa dimanfaatkan dari kelapa sawit.

Untuk itu, Tungkot menilai kelapa sawit sangat perlu diperjuangkan untuk terus diproduksi di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Gilbertus Rosok
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved