Naik Crazy Cab Coaster di Trans Studio Rasanya Seperti Menembus Tembok
Wahana permainan roller coaster, berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada lintasan/rel khusus.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat Balikpapan tak perlu lagi jauh-jauh ke Makassar atau Bandung jika ingin menikmati wahana hiburan modern Trans Studio.
Kini telah hadir Trans Studio Mini di TransMart, kawasan Daun Village, Jl MT Haryono, Balikpapan. Meski kecil, Trans Studio Mini memberikan wahana permainan menyenangkan. Dari delapan wahana tersedia, satu yang menjadi andalan, yakni Crazy Cab Coaster atau roller coaster.
Wahana permainan roller coaster, berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada lintasan/rel khusus.
Di Trans Studio Mini Balikpapan yang diresmikan Jumat (19/2/2016) ini, wahana yang dinilai menjadi unggulan adalah Crazy Cab Coaster atau biasa disebut singkat sebagai coaster.
Sekilas saat dilihat dari lintasannya, memang tak tampak mengerikan seperti roller coaster pada umumnya yang memiliki lintasan memutar. Namun coaster yang berada di dalam Trans Studio Mini ini memiliki lintasan miring hingga 45 derajat.
"Sasarannya untuk mainan anak-anak, maka lintasan yang dibuat memang tak menyeramkan," ungkap Efrida, Supervisor Operational Trans Studio Mini Balikpapan.
Diakui perempuan yang akrab disapa Aya ini, wahana coaster didatangkan langsung dari pabrikasi asal Dubai. Hal ini sengaja dilakukan oleh manajemen untuk mendapat kualitas dan keamanan wahana bagi pengunjung.
Baca: Pertama di Kalimantan, Trans Studio Mini Resmi Dibuka di Balikpapan
Menurut Aya, selain kualitas dan mengedepankan keamanan, coaster buatan kota yang memiliki gedung tertinggi di dunia yakni Al-Burj tersebut, dinilai perawatannya juga lebih mudah, kendati biaya mendatangkannya cukup mahal.
Crazy Cab Coaster terdiri dari delapan tempat duduk berisi 2 orang. Tersedia delapan tempat duduk, yang akan melintasi rel sepanjang 207 meter. Untuk satu orang pengunjung akan melintasi rel tersebut sebanyak dua kali.
Uniknya, ada lintasan rel coaster yang mengarah keluar bangunan, sehingga saat kereta melintas, penumpang di dalamnya seakan menembus tembok gedung lantai 3 Transmart Carrefour.
"Sensasinya penumpang seperti menembus tembok, padahal memang lintasannya sebagian berada di luar gedung. Ini juga terdapat di Trans Studio Mini yang ada di Jakarta," jelas Aya.
Sama seperti wahana lain di Transmart Carrefour Balikpapan, yang menggunakan sistem pneumatik sebagai tenaga penggeraknya. Baik tenaga pendorong maupun pengereman, sama-sama menggunakan tenaga angin.
Hingga ke depannya, wahana ini diperkirakan menjadi wahana unggulan dan banyak diminati masyarakat Balikpapan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/trans-studio-mini3_20160219_150442.jpg)