Ingin Make Up Permanen, Baca Dulu Dampaknya

Namun, jika prosedur make-up permanen dilakukan oleh sembarang orang dan orang tersebut tidak ahli maka dapat berakibat fatal, seperti terjadinya

Ingin Make Up Permanen, Baca Dulu Dampaknya
INTERNET
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Riasan wajah atau make up tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi kaum hawa terkait make up.

Namun akhir-akhir ini sedang tren make up permanan atau tato alis dan sebagainya agar make up atau riasan tidak luntur. Sehingga riasan itu akan terus menempel dimana saja dan kapan saja.

Tetapi apakah kita pernah berpikir bila hal itu ada efeknya. Mari kita simak penjelasan dari dr Kartika Mayasari dari KlikDokter.com.

Di tangan orang yang ahli, prosedur make-up permanen umumnya aman untuk dilakukan.

Namun, jika prosedur make-up permanen dilakukan oleh sembarang orang dan orang tersebut tidak ahli maka dapat berakibat fatal, seperti terjadinya infeksi.

Make-up permanen dianggap sebagai micropigmentation, mirip dengan tato. Proses ini menggunakan jarum untuk memasukkan butiran pigmen di bawah lapisan kulit paling atas. Tato dan beberapa teknik, seperti filler, ataupun botox mempunyai teknik atau prosedur yang serupa.

"Prosedur mereka sama, tetapi digunakan untuk tujuan yang berbeda," kata dokter spesialis mata Charles S. Zwerling, MD, yang menciptakan istilah micropigmentation.

Make-up permanen untuk eyeliner adalah yang paling populer, diikuti oleh alis dan warna bibir.

Beberapa praktisi menawarkan blush on dan eye shadow, tapi Zwerling, ketua American Academy of Micropigmentation (AAM) di Goldsboro, NC, mengatakan bahwa ia benar-benar tidak setuju dengan hal ini.

Zwerling mengatakan bahwa hal ini sangatlah buruk. Pasalnya, Anda tidak bisa yakin begitu saja dengan apa yang akan dilakukan, dan jika Anda mendapatkan reaksi alergi, maka areanya pun akan sangat besar.

Netizen yang baik hati, kunjungi juga facebook kami tribunkaltim.co dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Halaman
Editor: Ahmad Bayasut
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved