Kadis PU Pertanyakan Keseriusan Investor PLTA Sungai Kayan

Untuk memulai kegiatan di lapangan, investor PT Kayan Hidro Energy harus mengantongi pula Izin Konstruksi dan Izin Air Permukaan dari Pemprov Kaltara.

Kadis PU Pertanyakan Keseriusan Investor PLTA Sungai Kayan
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Suheriyatna, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kegiatan investasi pembangunan PLTA Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan baru dapat dilaksanakan setelah Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) diterbitkan Menteri LH dan Kehutanan.

Hal tersebut sesuai dengan poin nomor 2 Surat Menhut era Zulkifli Hasan bernomor S.329/Menhut-VII/2014 perihal Persetujuan Prinsip Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kegiatan Pembangunan PLTA pada Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas atas nama PT Kayan Hydro Energy, tertanggal 14 Agustus 2014.

Kendati demikian, untuk memulai kegiatan di lapangan, investor PT Kayan Hidro Energy harus mengantongi pula Izin Konstruksi dan Izin Air Permukaan dari Pemprov Kaltara.

“Kami tidak tahu persis. Sejauh ini belum ada masuk pengajuan izinnya (izin konstruksi dan izin air permukaan) ke kami. Meskipun ada masuk, itu tetap langsung langsung ditangani oleh dinas tekhnis,” sebut Hermawan, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Provinsi Kaltara, Kamis (25/2/2016).

Suheriyatna, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Kaltara saat dikonfirmasi membenarkan perihal keluarnya IPPHK dari Kementerian LH dan Kehutanan RI. Soal Izin Konstruksi dan Izin Air Permukaan, kata Suheriyatna, masih menunggu permohonan dari pihak investor.

Baca: Soal PLTA Sungai Kayan, Siti Nurbaya Perlu Restui 4 Bendungan Lagi

“Izin itu (konstruksi dan air permukaan) memang di kami. Tetapi sampai saat ini belum ada mengajukan. Kemarin kami minta mereka presentasi, tetapi belum ada input,” kata Suheriyatna kepada Tribun, Kamis (25/2/2016).

Dinas pekerjaan Umum lanjut Suheriyatna, mengeluarkan izin tergantung dari kesiapan investor sendiri.

“Kalau ada usulannya, tentu akan diproses. Kami juga meminta usulannya diperlengkap. Sampai sekarang gambar konstruksinya juga belum kami terima, begitu juga dengan detail teknisnya, segala macam. Keseriusannya perlu dipertanyakan,” jelas Suheriyatna. (*)

Netizen yang baik hati, kunjungi juga twitter kami @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim


Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved