Travelling dan Kuliner

Bertemu Suku Sasak di Desa Sade

DESA Sade merupakan salah satu dusun di Lombok Tengah, Nusa Tenggar Barat. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat Suku Sasak

Bertemu Suku Sasak di Desa Sade
TRIBUN KALTIM/Sumarsono
Rumah Bale di Desa Sukarare 

TRIBUNKALTIM.CO - DESA Sade merupakan salah satu dusun di Lombok Tengah, Nusa Tenggar Barat. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat Suku Sasak -- suku asli Lombok yang sudah terkenal di telinga wisatawan. Oleh pemerintah setempat, Desa Sade dijadikan desa wisata yang dihuni sekitar 150 kepala keluarga suku Sasak.

Desa Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak tak jauh dari Kota Mataram, penduduk Desa Sade, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa. Bangunan rumah tradisional yang masih dilestarikan, yakni bangunan "bale" dan kehidupan sehari-harinya. Bangunan rumah dengan atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakaia bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.

BACA JUGA: Air Terjun Riam Merasap Panorama Perbatasan Yang Menawan

Menurut Ardi, pemandu lokal, di Desa Sade ada delapan bale yaitu Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Ada juga bangunan masjid. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya. Dulu, penduduknya banyak yang menganut Islam Wektu Telu (hanya tiga kali shalat dalam sehari). Tapi sekarang, penduduk Sade sudah meninggalkan Wektu Telu dan memeluk Islam sepenuhnya.

Uniknya lagi, suku Sasak yang menghuni Desa Sade punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. "Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau," tutur Ardi.

BACA JUGA: Candi Peninggalan Tahun 880 Masehi Letaknya di Lereng Gunung Merapi

Mata pencaharian warga Desa Sade sebagian bertani bagi kaum pria, sedangkan kaum perempuan membuat kerajinan tenun. Terlihat saat Tribun memasuki Desa Sade hampir setiap rumah kaum perempuan menenun dan menjual hasil tenunannya, seperti sarung, kain songket, gelang dan beberapa cindermata lainnya. (*)

Netizen yang baik hati, kunjungi juga twitter kami @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Penulis: Sumarsono
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved