Status Gunung Bromo Turun, Lautan Pasir Sudah Dibuka untuk Pengunjung

Meski lautan pasir dibuka, pengunjung tidak boleh naik ke kawah dan puncak Bromo.

YOUTUBE
Pengunjung menikmati pemandangan di sekitar kawah Gunung Bromo. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALANG - Kabar gembira bagi penikmat wisata alam. Lautan pasir Gunung Bromo sudah dibuka untuk umum.

Keputusan ini diambil dalam rapat bersama sejumlah instansi paska penurunan status Gunung Bromo dari Siaga menjadi Waspada.

Meski lautan pasir dibuka, pengunjung tidak boleh naik ke kawah dan puncak Bromo.

"Lautan pasir dibuka secara terbatas," ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ayu Dewi Utari, Sabtu (27/2/2016).

Pembukaan lautan pasir secara terbatas itu mulai pukul 13.00 WIB. Kendaraan bermotor dilarang mengarungi lautan pasir.

Pihak BB TNBTS bersama warga Tengger akan melakukan konservasi kawasan di jalur perjalanan menuju lautan pasir.

Baca: Awas, Gunung Bromo Sudah Sebarkan Bau Belerang

Selain itu, masyarakat Tengger Bromo juga akan menggelar ritual Wulan Kepitu. "Jadi dibuka terbatas mulai 27 Februari hingga 11 Maret nanti," lanjut Ayu.

Ayu menambahkan pada 10 Maret 2016, suku Tengger dan sejumlah pihak akan menggelar kerjabakti bersama di empat pintu masuk.

Keempat pintu masuk itu ada di Tosari Pasuruan, Ngadisari Probolinggo, Ngadas Malang dan Senduro Lumajang.

Gunung Bromo berstatus Siaga sejak 4 Desember 2015. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menurunkan statusnya menjadi Waspada Jumat (26/2/2016). (*)

Netizen yang baik hati, kunjungi juga twitter kami @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved