Wisata Kuliner

Ini Dia Kawasan Kuliner dengan Aneka Makanan Berharga Murah

MENIKMATI kuliner di Kota Balikpapan sepertinya tak kan habis. Perkembangan bisnis kuliner bak jamur yang tumbuh di musim hujan. Hampir di sepanjang

Ini Dia Kawasan Kuliner dengan Aneka Makanan Berharga Murah
TRIBUN KALTIM/ AZHAR SRIYONO
Kawasan Wisata Kuliner di Perumahan Taman Sari (Wika) 

TRIBUNKALTIM.CO - MENIKMATI kuliner di Kota Balikpapan sepertinya tak kan habis. Perkembangan bisnis kuliner bak jamur yang tumbuh di musim hujan. Hampir di sepanjang jalan dan area publik dijadikan kawasan kuliner yang menjajakan berbagai menu makanan khas. Kali ini Tribun Kaltim mengenalkan kawasan kuliner di Perumahan Bukit Tamansari, WIKA, Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur.

LOKASINYA tak jauh dari pintu gerbang bagian utara Perumahan Bukit Tamansari. Jalan menurun ketika belok kanan dari Jl Indrakilla Anda bisa menemukan surga kuliner yang berada di area perumahan.

BACA JUGA: Iga Bakar Dibikin Sup, Ternyata Enak Juga

Di sela-sela hamparan banguna ruko dan perumahan berjejer beberapa tempat jajanan bisa Anda temukan di tempat tersebut. Setelah memasuki pintu gerbang, tampak beberapa stan warung makan berjejer, mulai aneka gorengan, Coto Makassar, Soto Betawi, Angkringan Jogja, Bakso, Sate Ayam, hingga minuman kelapa muda.

Pada siang hari hanya sedikit penjual makanan yang buka. Namun setelah lepas Maghrib, daerah tersebut menjadi ramai dipenuhi beragam makanan. Salah satu titik yang ramai sebelah kanan dekat simpang tiga jalan utama perumahan. Di sana berjejer sekitar enam stan warung makan yang siap melayani Anda.
Mulai "Penyet Wika" yang menjajakan aneka macam ayam penyet hingga nasi goreng Raja Rasa dijual dengan harga Rp 13 ribu. Bagi Anda yang doyan bakso di sekitar area itu berdiri gerobak bakso "Pak Kumis".

Kawasan kuliner Perumahan Bukit Tamansari dibangun sekitar lima tahun silam. Awalnya hanya ruko kosong yang berdiri di area tersebut. Menajemen perumahan membolehkan beberapa pedagang kaki lima (PKL) berjualan aneka makanan.
Makanan yang dijual harganya cukup terjangkau. Seporsi nasi dan ayam penyet di Depot Wika hanya Rp 20 ribu. Sedangkan seporsi mangkuk bakso "Pak Kumis" Rp 15 ribu. Bagi penyuka nasi goreng raja rasa, dijual dengan harga murah sekitar Rp 13 ribu.

Bagaimana untuk akses jalan menuju kawasan kuliner Wika? Sangat mudah untuk mencari lokasi tersebut. Dari simpang tiga Jl MT Haryono menuju Jl Soekarno-Hatta langsung belok ke arah kanan Jl. Indrakilla.

BACA JUGA: Gurihnya Pempek Lenggang Berpadu Cuko Khas Palembang

Tak jauh dari jalan tersebut anda bertemu dengan gerbang perumahan bagian utara. Langsung saja Anda menuruni jalan tersebut dan bertemu beragam lapak dan warung makanan . Untuk naik angkot juga tidak sulit. Silakan naik angkot nomor 2A turun di Terminal Batu Ampar. Lalu menggunakan ojek dan sampai di lokasi tersebut.

Beberapa pedagang buka sejak siang mulai pukul 11 Wita. "Kalau siang sedikit hanya beberapa orang yang jualan. Tapi menjelang sore sudah mulai rame yang jualan di sini," kata Riyanto, penjual bakso "Pak Kumis".
Apakah Anda tertarik? Silakan datang ke tempat tersebut gratis tidak dikenakan biaya parkir dan area parkir cukup luas sehingga tidak membuat jalan macet. Bagi yang ingin menikmati pemandangan alam juga bisa menikmati taman yang dibangun pengelola perumahan tersebut sambil menyantap makanan kesukaan Anda.

Harga masih Terjangkau
MUNCULNYA para pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan makanan di area ruko Perumahan Tamansaru Bukit Mutiara menjadi berkah bagi pedagang dan pembeli.
Dari segi pembeli yang mayoritas warga perumahan tentu senang dengan keberadaan warung- warung makan yang berjualan di area tersebut. Salah satunya Ardi, warga yang bermukin di dekat area kuliner.

Ketika asyik menyantap bakso, Ardi mengaku tempat ini cocok ketika melepas lelah setelah pulang dari kantor seharian. "Saya tinggalnya di dekat sini. Habis pulang saya makan disini," ujarnya.

Harga makanan di sini sangat terjangkau. Bahkan penjual di tempat ini sangat cepat menyajikan makananan bagi pelanggannya. Selain itu higienitas (kebersihan) terjamin. Di tempat tersebut tersedia wastafel yang berfungsi untuk mencuci piring dan mangkuk setelah disantap.
Meski demikian, lesunya ekonomi yang terjadi beberapa tahun ini membuat pendapatan pedagang menurun. menurut Riyanto, salah seorang penjual bakso, setelah harga batu bara turun membuat lesunya bakso yang dijualnya. "Rata-rata yang tinggal di sini pendatang yang ngontrak rumah. Mungkin karena tambang lagi lesu para pekerja pulang kampung," kata Bapak tujuh anak ini. (*)

Netizen yang baik hati, kunjungi juga twitter kami @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved