Ternyata Ini Alasan Imigrasi Malaysia Blacklist Paspor Puluhan WNI

Jika alasannya hanya berkunjung, kata dia, dinilai tidak memungkinkan.

Ternyata Ini Alasan Imigrasi Malaysia Blacklist Paspor Puluhan WNI
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Klas II Nunukan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN -  Rasa penasaran puluhan warga negara Indonesia (WNI) karena paspornya masuk daftar hitam di Negara Bagian Sabah, Malaysia akhirnya terjawab sudah.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo mengatakan, tindakan memulangkan puluhan WNI yang hendak masuk melalui Pelabuhan Tawau ini disebabkan Imigrasi Malaysia mencurigai mereka akan bekerja, bukan untuk berkunjung.

"Info dari Konsulat RI di Tawau, penolakan kedatangan WNI di Tawau murni alasan Keimigrasian Malaysia. Yakni mereka diduga akan bekerja," ujarnya.

baca juga

Jika alasannya hanya berkunjung, kata dia, dinilai tidak memungkinkan.

"Karena biaya hidup mereka selama di Malaysia tidak mencukupi," ujarnya, Senin (7/3/2016).

Seperti diberitakan Imigrasi Tawau kembali memulangkan 60 WNI yang hendak masuk kesana. Paspor puluhan WNI ini masuk dalam daftar hitam menyusul 22 WNI yang sebelumnya juga mendapatkan perlakuan yang sama.

Masuk catatan hitam, para WNI itu bahkan dicekal tidak bisa masuk ke Malaysia timur di Sabah selama lima tahun.

Mereka dipulangkan dengan alasan melanggar Seksyen 8 (3) Akta Imigresen 1959/63.

Kepala Pos Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Nasution menjelaskan, 60 WNI itu dipulangkan dengan notis nomor 1012061/160304/133558/0100 tertanggal 04/02/2016 yang diterbitkan JIM Tawau Malaysia. Notis ditandatangani Ketua Pengarah Imigresen Tawau TPPK Budaiya BT Saming.

“Di situ hanya dicantumkan larangan masuk untuk wilayah Malaysia Timur yaitu wilayah Sabah,” ujarnya.

Bimo mengatakan, para WNI yang ditolak masuk ke Malaysia sebaiknya berkirim surat kepada Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

"Mereka bisa mengirim surat untuk memprotes perlakuan petugas Imigrasi Malaysia di Tawau," ujarnya. (*)

Netizen yang baik hati, kunjungi juga twitter kami @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Penulis: Niko Ruru
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved