Pengurus Baznas Terbentuk Setelah Audit BPK

Mantan pengurus H Muh Harun Zain mengatakan, kepengurusan baru kemungkinan terbentuk setelah audit terhadap keuangan Baznas.

Pengurus Baznas Terbentuk Setelah Audit BPK
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Ketua BAZNAS Zahri Fadli, Rabu (17/6/2015) menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Pasar Inhutani, Kecamatan Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pasca pengunduran diri lima pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nunukan, Selasa (26/1/2016) lalu, operasional organisasi hanya dijalankan staf.

Mantan pengurus H Muh Harun Zain mengatakan, kepengurusan baru kemungkinan terbentuk setelah audit terhadap keuangan Baznas.

''Menurut informasi itu akan diaudit dulu baru ada kepengurusan baru,'' ujarnya.

Harun yakin, pengelolaan keuangan Baznas tidak bermasalah. Sebab, penggunaan keuangan selama ini sudah sangat transparan.

"Sehingga semua tuduhan adanya penyelewengan anggaran tidak mungkin ditemukan. Saya yakin tidak ada masalah, itu cuma dugaan tanpa bukti,'' ujarnya.

Pengunduran diri Ketua Baznas Kabupaten Nunukan Haji Zahri Fadli dan para pengurus lainnya Haji Achmad Sholeh, H Muh Harun Zain, Haji Halisah dan Haji Sulaiman berawal dari tuduhan korupsi di organisasi tersebut.

Baca: Pengurus Baznas Mundur Massal, Kemenag Segera Lakukan Penjaringan

Sholeh yang merupakan pengurus menuding Zahri melakukan penggelembungan anggaran hingga Rp 20 juta dari dana Rp 50 juta yang dikeluarkan untuk bantuan korban kebakaran Jamaker.

Akibat tudingan korupsi dimaksud, empat pengurus memecat Sholeh. Belakangan setelah difasilitasi Bupati Nunukan, Basri, kelimanya sepakat untuk mengundurkan diri dari Baznas.

Harun menjelaskan, selama ini sistem pengelolaan keuangan Baznas berbeda dengan lembaga lain.
"Karena di Baznas mengadopsi sistem pondok pesantren," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved