Berita Eksklusif

Sepekan 223 Hotspot Tersebar, Polisi Kewalahan Padamkan Api

Sehari ia bersama tim bisa memadamkan lima titik api. Perlengkapan keamanan, menurut Iskandar dibutuhkan mengingat medan lokasi kebakaran tidak mudah.

Sepekan 223 Hotspot Tersebar, Polisi Kewalahan Padamkan Api
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Petugas berusaha memadamkan api yang menyala di lahan dan hutan yang melanda wilayah Kutai Timur pada musim kemarau. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Margareta Sarita dan Christoper Desmawangga

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Sejak kebakaran hutan dan lahan melanda wilayah Kutai Timur pada musim kemarau 2015 lalu, Ipda Iskandar merupakan sosok yang disibukkan dengan upaya penanggulangan titik api.

Belakangan, meski tidak ada terdeteksi api, ia bersama tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Polres Kutim berjumlah delapan orang setiap hari patroli di titik rawan kebakaran wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Menggunaan kendaraan roda dua dan berbekal pompa punggung yang dilengkapi selang serta pipa penyemprot mini, Iskandar bersama timnya memantau titik asap dan langsung menanggulangi jika ditemukan titik api.

Untuk keamanan dan keselamatan, Iskandar juga melengkapi diri dengan penutup wajah, kacamata, dan sepatu safety.

"Begitu angin terlihat kencang, kami langsung memantau kemana arah angin bertiup. Ada asap, langsung kami datangi dan upaya pemadaman. Kalau memang tidak mampu, baru kami panggil tim PMK atau BPBD Kutim untuk membantu dengan unit yang lebih besar," kata Iskandar.

Sehari ia bersama tim bisa memadamkan lima titik api. Perlengkapan keamanan, menurut Iskandar dibutuhkan mengingat medan lokasi kebakaran tidak mudah dijangkau dengan kendaraan roda empat, roda dua, dan jalan kaki.

Baca: Tangani 223 Titik Api, Polres Kutim Minta Bantuan Pemerintah

Belum lagi, menemukan binatang buas. Untuk menyikapi bahaya yang ditemui di lokasi, Iskandar mengaku hanya mengandalkan naluri dan keterampilan saja. Karena personel tidak dilengkapi senjata.

Kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kutai Timur belakangan ini kian menjadi. Cuaca panas terik dan tidak adanya hujan dalam dua pekan belakangan membuat kondisi lahan semakin kering.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved